20Feb’26
- jombang
- 26





Jombang (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar talk show bertajuk Green Deen: Menyelaraskan Iman dengan Etika Lingkungan Hidup dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Muhajirin Kemenag Jombang, Jumat (20/2/2026), hasil kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari gerakan Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa konsep Green Deen menegaskan keterkaitan erat antara ajaran agama dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Green Deen bisa dimaknai sebagai agama yang hijau, yaitu agama yang peduli terhadap lingkungan. Jika kembali pada definisi takwa, Allah sudah memerintahkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam konteks Hari Peduli Sampah Nasional, refleksi sederhana yang perlu dilakukan adalah kesadaran membuang sampah pada tempatnya. “Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya? Jika kita diajak menjaga lingkungan, itu sudah selaras dengan ajaran agama. Apalagi salah satu Asta Protas Kementerian Agama adalah penguatan ekoteologi,” tambahnya.
Muhajir juga menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Kabupaten Jombang. “Mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan, apa pun gerakannya. Kami berharap semakin terbuka wawasan kita,” tuturnya.
Talk show yang dipandu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Nur Khojin, menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Miftahul Ulum dan pelestari lingkungan hidup sekaligus Ketua HPAI Jombang, Maftuhah Mustiqowati.
Dalam paparannya, Miftahul Ulum menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenag Jombang yang turut menyelenggarakan peringatan HPSN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.
Ia juga mengapresiasi berbagai program lingkungan yang telah digagas Kemenag Jombang, seperti tanam pohon serentak, Gema Sajadah, Gema Hijas, dan Tali Jagat. “Kami melihat Kemenag Jombang sangat aktif dalam gerakan lingkungan. Bahkan bisa dikatakan lebih ‘LH’ dibanding DLH,” ungkapnya.
Sementara itu, Maftuhah Mustiqowati menegaskan bahwa konsep ekoteologi tidak cukup berhenti pada tataran wacana. “Ekoteologi harus dilaksanakan secara kaffah, tidak hanya sebatas anjuran, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan dan gagasan mengemuka, mulai dari pengelolaan sampah berbasis madrasah hingga peran keluarga dalam membangun budaya ramah lingkungan.
Selain talk show, rangkaian HPSN 2026 di Kemenag Jombang juga diisi dengan kegiatan tukar sampah dengan kebutuhan pokok serta pemberian bantuan keranjang sampah untuk mendukung program Masjid Ramah Pemudik 2026.
Melalui kegiatan yang terintegrasi dalam Kolaborasi Indonesia ASRI ini, Kemenag Jombang berharap nilai-nilai keagamaan semakin menyatu dengan kesadaran ekologis, sehingga terwujud masyarakat yang religius, peduli lingkungan, serta berkontribusi mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. (dsi)
ed:ev
2026-02-11 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
26 February 2026
25 February 2026
24 February 2026
24 February 2026
23 February 2026
