24Feb’26
- rendi
- 41




Kab. Sidoarjo (Penais Zawa) — Pengurus Nadzir Badan Wakaf Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi sebagai langkah penguatan tata kelola dan optimalisasi pengelolaan wakaf. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/2) di aula setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Ahmad Sruji Bahtiar, beserta jajaran Pengurus Nadzir BWI Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi forum lanjutan dari rapat koordinasi sebelumnya yang telah dilaksanakan secara virtual pada 23 Januari 2026.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sruji Bahtiar, menegaskan pentingnya optimisme dan kerja nyata dalam mengembangkan potensi wakaf.
“ada keyakinan ada harapan, ada harapan ada ikhtiar. Kita tidak boleh berhenti hanya pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang terukur,” ujar Bahtiar.
Ia menambahkan bahwa potensi wakaf di Jawa Timur sangat besar dan perlu dikelola secara maksimal, profesional, dan berkelanjutan.
“Potensi wakaf ini luar biasa. Jika dikelola dengan baik, transparan, dan akuntabel, maka akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan umat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kakanwil juga mendorong penguatan strategi komunikasi publik, salah satunya melalui pemanfaatan media sosial.
“Kita perlu menyesuaikan pendekatan dakwah wakaf dengan perkembangan zaman. Media sosial seperti TikTok bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf uang,” pungkasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat gerakan wakaf di Jawa Timur.
“Tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan stakeholder lainnya agar program wakaf dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian BWI Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, sekaligus evaluasi terhadap perkembangan penghimpunan wakaf uang.
Berdasarkan data yang disampaikan, penghimpunan wakaf uang hingga Februari 2026 menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Melalui Bank Syariah Indonesia tercatat sekitar Rp9 miliar, sedangkan melalui Bank Jatim mencapai lebih dari Rp1 miliar, sehingga total penghimpunan mencapai kurang lebih Rp10,3 miliar. Capaian ini mengalami selisih sekitar Rp200 juta dibandingkan perolehan pada Januari 2026.
Dalam rapat tersebut, masing-masing manajer bidang juga memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan. Pemaparan mencakup manajemen keuangan dan aset, manajemen operasional dan risiko, manajemen penghimpunan dan sumber daya manusia, manajemen pengelolaan dan pengembangan, serta manajemen penyaluran dan pemanfaatan wakaf.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pengurus nadzir BWI Provinsi Jawa Timur dapat memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalitas pengelolaan wakaf, serta mendorong optimalisasi wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
2026-02-11 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
24 February 2026
24 February 2026
23 February 2026
23 February 2026
21 February 2026
