26Feb’26
- rendi
- 176






Kab. Sidoarjo (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan kegiatan Binkarsital (Bimbingan Karir, Profesi, dan Mental Spiritual) bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, bertempat di aula setempat, pada Kamis (26/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan dalam rangka memperkuat kapasitas ASN, tidak hanya dari sisi profesionalitas, tetapi juga dalam membangun karakter spiritual dan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama, serta pembacaan doa. Pembukaan ini kemudian dijeda dengan melantunkan shalawat bersama-sama sebagai bentuk penguatan spiritualitas peserta.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi, memberikan pengarahan kepada seluruh peserta.
Mengawali arahannya, ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur dalam setiap aspek kehidupan.
“Kita harus bersyukur menjadi hamba Allah, menjadi warga Negara Indonesia yang hidup dalam suasana damai dan rukun, serta bersyukur karena diamanahi sebagai ASN Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan berbangsa yang harmonis sejak awal berdirinya pasca kemerdekaan.
“Kehidupan bernegara yang rukun, damai, dan sejahtera tidak lepas dari peran Kementerian Agama dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Rasulullah serta senantiasa menyebut asmaul husna (nama-nama baik Allah) sebagai bagian dari penguatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki inti materi, Syaikhul Hadi menyampaikan penguatan terkait konsep ukhuwah sebagai landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Ia mengulas secara singkat landasan dan hakikat ukhuwah, serta pentingnya memahami konsep persaudaraan dalam perspektif keilmuan dan praktik kehidupan.
Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap ukhuwah akan menjadi fondasi dalam menjaga hubungan antar sesama, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap individu memiliki peran sebagai aktor dalam menciptakan dan menjaga kerukunan.
“Kita semua adalah aktor-aktor kerukunan. Persamaan melahirkan rasa kemanusiaan, tetapi perbedaan juga berperan melahirkan kemanusiaan. Di situlah, kita belajar untuk saling memahami,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi dalam menjaga kerukunan umat beragama, khususnya dalam menghadapi berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat.
Melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai, diharapkan potensi konflik dapat diminimalisir dan digantikan dengan semangat kebersamaan.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga kita mampu menjadi pencerah bagi sesama umat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Binkarsital ini, diharapkan ASN Kementerian Agama Jawa Timur dapat terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi profesionalitas, spiritualitas, maupun kemampuan dalam menjaga dan merawat kerukunan di tengah masyarakat. Pada penghujung kegiatan diadakan sesi dokumentasi dan foto bersama.(atr)
ed:rg
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
11 March 2026
10 March 2026
10 March 2026
