14Feb’26
- gresik
- 26










Kab. Gresik (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sekaligus memperkuat budaya kerja berintegritas, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik menyelenggarakan Workshop Pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta dan Implementasi Pembangunan Zona Integritas (ZI). Kegiatan ini dilaksanakan pada 13–14 Februari 2026 bertempat di Royal Tretes View, Kabupaten Pasuruan.
Workshop tersebut dihadiri oleh Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur; Muhammad Ali Faiq, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik; Masfufah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik; serta Muhari, Kepala MAN 1 Gresik, bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menekankan pentingnya transformasi pola pikir pendidik agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. “Kurikulum Berbasis Cinta menuntut guru menghadirkan pendekatan humanis, penuh empati, dan keteladanan. Pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan generasi yang unggul sekaligus berakhlak,” ujarnya.
Sejalan dengan penguatan pedagogis, workshop ini juga memfokuskan pada Implementasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah. Plt. Kepala Kankemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menyampaikan bahwa pembangunan ZI merupakan komitmen nyata Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. “Madrasah harus menjadi contoh institusi pendidikan yang profesional dan bebas dari praktik korupsi, sehingga pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Gresik, Muhari, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kanwil Kemenag Jatim dan Kankemenag Gresik terhadap peningkatan kualitas SDM madrasah. Ia berharap melalui workshop ini, seluruh guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten sekaligus memperkuat budaya kerja berintegritas di MAN 1 Gresik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pimpinan Kementerian Agama dan satuan kerja madrasah semakin solid dalam mewujudkan kebijakan pendidikan yang inklusif, humanis, serta berorientasi pada pelayanan publik yang bersih dan melayani.
ed:rg
2026-02-11 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
26 February 2026
25 February 2026
24 February 2026
24 February 2026
23 February 2026
