04Feb’26
- blitarkab
- 23


Kabupaten Blitar (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar menyelenggarakan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Bahasa Inggris MTs se-Kabupaten Blitar pada Selasa (3/2), bertempat di Aula Roudhoh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Guru Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), Ketua MGMP Bahasa Inggris, serta guru Bahasa Inggris MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Blitar.
Workshop mengusung tema “Digital Eco Love English: Mengajar Bahasa Inggris dengan Cinta Lingkungan dan Teknologi dalam Semangat Merdeka Belajar.”
Materi pertama disampaikan oleh Ulumuddin Cahyadi Yunus dengan topik Media Pembelajaran Interaktif.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pada prinsipnya AI berfungsi membantu pekerjaan manusia, sementara proses berpikir tetap dilakukan oleh otak manusia. Sementara itu, Canva dimanfaatkan sebagai sarana desain dan tampilan media pembelajaran agar lebih menarik. Media pembelajaran interaktif ditekankan sebagai media yang mampu memberikan respons atas informasi yang disampaikan, sehingga terjadi interaksi dua arah.
Tujuan penggunaan media pembelajaran interaktif adalah menggabungkan berbagai jenis media seperti audio, video, teks, dan gambar sehingga pembelajaran menjadi lebih variatif dan mudah dipahami dibandingkan metode tekstual. Selain itu, media ini mudah diakses dengan dukungan teknologi, mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar, meningkatkan motivasi dan minat belajar, serta mengembangkan keterampilan berbahasa peserta didik.
Beberapa contoh media pembelajaran interaktif yang dikenalkan meliputi media berbasis QR Code, kuis interaktif, media audio-visual, serta media visual interaktif.
Selain itu, dijelaskan pula perbedaan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). AR merupakan teknologi yang menambahkan elemen digital ke dunia nyata, sedangkan VR menggantikan dunia nyata sepenuhnya dengan simulasi virtual.
Adapun platform AR saat ini didominasi oleh SDK game engine sebesar 45 persen, platform sosial seperti filter media sosial sebesar 35 persen, serta platform WebAR tanpa instalasi aplikasi sebesar 20 persen. Peserta juga diarahkan untuk mempraktikkan pembuatan bahan ajar dengan langkah-langkah: menyiapkan worksheet desain di Canva, menentukan tema dan judul, membuat bahan ajar di edu.assemblrworld.com, kemudian menyematkannya ke dalam desain Canva.
Materi kedua disampaikan oleh Najib Kusnanto, Ketua Tim Guru Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, dengan topik Peran MGMP dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Bahasa Inggris MTs di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa PKB memiliki keterkaitan erat dengan core values ASN dan kebijakan strategis Pendidikan Madrasah.
Beberapa konteks strategis yang disampaikan meliputi pentingnya transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, penguatan kompetensi abad ke-21 khususnya keterampilan berpikir kritis dan kreatif bagi peserta didik, serta penguasaan keterampilan global di mana kemampuan berbahasa Inggris menjadi kebutuhan penting dalam menunjang komunikasi internasional.
“Transformasi digital memang memiliki kelebihan dan kekurangan, namun harus diimbangi dengan pembelajaran yang aktif dan berbasis praktik agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Najib.
Landasan kebijakan PKB meliputi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang PKB, PMA Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengembangan Keprofesian Guru, serta SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang pembinaan MGMP Guru Madrasah.
MGMP memiliki peran strategis sebagai komunitas belajar, sarana membangun jejaring dan kolaborasi antar guru, wadah berbagi praktik baik dan inovatif, serta media peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Arah kebijakan Kanwil Kemenag Jawa Timur ke depan difokuskan pada penguatan MGMP Bahasa Inggris, pendampingan MGMP kabupaten/kota, fasilitasi pelatihan guru, sinergi dengan perguruan tinggi, pemanfaatan platform digital, serta monitoring dan evaluasi efektivitas program.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru Bahasa Inggris MTs agar lebih visioner dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran. (TV)
ed:ev
2026-02-11 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
26 February 2026
25 February 2026
24 February 2026
24 February 2026
23 February 2026
