24Feb’26
- gresik
- 73







Kab. Gresik (Humas) — Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG Kabupaten Gresik) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Penyuluh dan Guru Agama Kristen serta Penyerahan dan Sosialisasi SKTL di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Selasa (24/2). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Lintas Denominasi dan Pemerintah” sebagai upaya peningkatan kapasitas pelayan keagamaan di wilayah Gresik.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari pendeta, penyuluh agama Kristen, serta guru agama Kristen se-Kabupaten dan Kota Gresik. Hadir sebagai narasumber utama, Pembina Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Luki Krispriyanto, yang memberikan penguatan kebijakan dan arah pembinaan keagamaan.
Dalam paparannya, Luki menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara gereja dari berbagai denominasi dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya, sinergi yang baik akan menghasilkan program pembinaan keagamaan yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Ia juga menjelaskan secara rinci terkait Surat Keterangan Terdaftar Lembaga (SKTL) Gereja, serta menyampaikan bahwa pihaknya terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan Guru Agama Kristen di Jawa Timur.
Ketua BAMAG Kabupaten Gresik, Royke Willem David, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi, baik dari sisi administrasi maupun visi pelayanan. Ia berharap seluruh pelayan keagamaan dapat memahami regulasi yang berlaku sekaligus menguatkan peran pelayanan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BAMAG di lingkungan Kantor Kemenag. Ia menegaskan komitmen Kemenag Gresik untuk terus merangkul seluruh pemuka agama dan organisasi keagamaan dalam membangun kerukunan, toleransi, dan persatuan di Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara praktisi pendidikan agama, organisasi keagamaan, dan instansi pemerintah semakin solid. Hal tersebut sejalan dengan penguatan moderasi beragama, yang menuntut keselarasan, kerja sama, dan pelayanan publik keagamaan yang inklusif demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
ed:rg
2026-02-11 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
25 February 2026
24 February 2026
24 February 2026
23 February 2026
23 February 2026
