Stafsus Menag Serukan Integrasi Aplikasi Digital dalam Sosialisasi Pelaksanaan SPBE di Semarang



Semarang (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram beserta jajarannya menghadiri acara Sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 788 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kementerian Agama pada Jum’at (27/5) di Harris Hotel Sentraland Semarang. Kegiatan yang diselenggarakan Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Kementerian Agama ini dalam rangka implementasi Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SistemPemerintahanBerbasis Elektronik (SPBE).

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Images Building dan IT, Wibowo Prasetyo dalam sambutannya menjelaskan kegiatan sosialisasi ini seharusnya sudah dilaksanakan sejak lama. “Karena kita mengenal SPBE menjadi mandatory bagi Kementerian Agama dan juga bagi kementerian yang lain. Oleh karena itiu SPBE menjadi kewajiban yng harus kita kejar agar amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat kita laksanakan. Yang paling mudah implementasi Perpres ini adalah Tanda Tangan Elektronik (TTE),” jelas Stafsus yang akrab dipanggil Pak Bowo ini.

Lanjutnya, sebenarnya bukan hanya TTE. Di era digital yang sudah memasuki era metaverse ini, semuanya sudah dilakukan secara digital. “Untuk makan, minum atau order apapun semua sudah secara digital. Masyarakat kita menuntut adanya layanan yang cepat, murah, dan fleksibel,” tuturnya. Karena masyarakat menginginkan layanan yang cepat, Kementerian Agama mengusung 7 program prioritas yang salah satu nya adalah transformasi digital. “Kami harap Kakanwil dan Rector PTKIN segera menindaklanjuti hal ini,” kata Pak Bowo

Dari laporan yang ada, sepertiga Kanwil dan PTKIN sudah memiliki sekitar 500 aplikasi. “Apakah aplikasi dengan jumlah sebanyak itu efektif? Zaman sekarang aplikasi-aplikasi yang banyak itu dapat terintegrasi dalam 1 aplikasi agar dapat efektif manfaatnya.

Stafsus menjelaskan Menteri Agama ingin mengintegrasikan semua layanan di eselon  1 dengan beberapa satker. “Tren aplikasi sekarang, dalam satu aplikasi kita bisa melakukan banyak hal. Mengintegrasikan semua layanan yang berserakan dimana-mana akan lebih efektif. Karena itu penting bagi kita membuat aplikasi secara efektif bukan hanya sekedar punya banyak aplikasi,” urai Pak Bowo.

Menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi jajaran di Kementerian Agama untuk  merespon dengan cepat kebutuhan percepatan transformasi digital. “Ini adalah amanat dari Presiden RI agar kita mengejar ketinggalan di bidang teknologi karena itu percepatan layanan public menjadi mandatory,” jelasnya.

Sementara itu Husnul Maram yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini sangat mendukung adanya usaha percepatan transformasi digital di Kementerian Agama. “Kita akan melakukan apapun untuk bisa memberikan yang terbaik bagi layanan umat,” tuturnya.  (ev/and)

Ed:isn