Bimtek PPIH Kloter Terintegrasi Embarkasi Surabaya, Ketua Komisi VIII DPR RI Ingatkan Petugas Berikan Layanan Terbaik



 

Surabaya (Humas) – Untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah haji Indonesia, khususnya jamaah dari Embarkasi Surabaya, diselenggarakan Bimbingan Teknis PPIH Kloter Terintegrasi Dengan Kementerian Kesehatan Tahun 1443H/2022M pada Kamis (26/4) bertempat di Asrama Haji Surabaya. Peserta Bimtek ini adalah Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Dokter dan Perawat dari Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto yang hadir pada pembukaan bimtek turut memberikan sambutannya. “Sudah 2 tahun jamaah haji Indonesia tidak berangkat ke tanah suci. Dalam masa tunggu kepastian berangkat haji yang lama ini, persiapan sudah dilakukan secara  maksimal. Haji tahun ini, persiapan yang biasanya enam bulan hanya dikerjakan 6 hari. Sebagai peserta bimtek,kami harap bapak/ibu dapat megikuti kegiatan ini dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Yandri mengingatkan para peserta bimtek ibadah haji tahun ini sangat istimewa karena wukuf di Arofah jatuh pada hari Jum’at. “Alhamdulillah tahun ini wukuf jatuh pada hari Jum’at. Tidak banyak orang seperti Bapak/Ibu. Bapak/ibu bukan melayani Kakanwil melainkan tamu Alloh,” jelasnya.

Yandri memotivasi PPIH untuk memiliki tekad yang kuat dalam melayai jamaah karena tekad yang kuat bisa menjadi energi besar. “Perlu kesehatan prima dalam melayani jamaah karena ibadah Haji perlu fisik yang kuat. Bapak/Ibu statusnya pendamping. Di pundak Bapak/Ibulah muka bangsa Indonesia dipertaruhkan. Ikuti bimbingan ini dengan tekun. Jika Bapak/Ibu melayani dengan ikhlas, Insya Alloh akan dijamin surga oleh Alloh SWT,” tegas Yandri. Meskipun persiapan pemberangkatan ibadah haji tahun ini relative singkat, ia mengimbau para petugas haji untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada para jamaah.

Sementara itu Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram dalam kegiatan ini mengucapkan selamat kepada PPIH yang sudah terpilih untuk mendampingi jamaah haji tahun 2022 ini. “Kami berpesan jangan bergembira dan bersuka cita yang berlebihan, kita juga harus hormati dan menjaga hati kepada rekan-rekan kita yang sudah sama-sama lulus pada rekrutmen petugas tahun 2020, tapi ini semua adalah takdir Allah SWT yang terbaik. Kita syukuri, dengan cara mendedikasikan diri untuk memberi pelayanan kepada jamaah dengan sepenuh hati,” tutur Maram.

Ia berpesan agar semua petugas menanggalkan segala atribut / predikat / jabatan apapun yang melekat pada dirinya demi kepentingan pelayanan kepada jamaah.“Mantapkan niat untuk menjadi pembimbing, pelayan dan pelindung, dengan prinsip beribadah untuk melaksanakan tugas, bukan bertugas untuk melaksanakan ibadah,” pungkasnya. (ev/and)

Ed:isn