“Darmaya, Our Heritage Our Nature” Lukisan Siswa MAN IC Pasuruan Juara 2 Internasional



Darmaya, sebuah lukisan karya Salwa Putri Ramadhani, siswi kelas XI IPA 2 ini berhasil meraih juara 2 pada event “2022 Science Without Borders Callenge” yang diselenggarakan oleh Yayasan Khaled bin Sultan Living Oceans. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation didedikasikan untuk konservasi dan restorasi lautan yang hidup dan berjanji untuk memperjuangkan pelestariannya melalui penelitian, pendidikan, dan komitmen terhadap Science Without Borders. Tahun ini panitia mengambil tema 'Bubungan ke Terumbu' untuk konservasi terumbu karang. Siswa diminta untuk mengilustrasikan pendekatan penyelamatan terumbu karang dalam karya lukis mereka.

Pada karya ini, Salwa ingin menggambarkan bahwa manusia dan alam adalah hal yang tidak dapat dipisahkan karena tanah dan lautan adalah satu. Begitu juga jembatan merupakan bagian dari dua alam terpisah dan sebagai symbol perjalanan di dalam diri kita mulai melangkah ke akhir tujuan. Akar bakau yang kokoh sebagai simbul keseimbangan, perlindungan daratan dan rumah bagi hewan-hewan kecil di laut. Alam telah melindungi banyak orang, tentu saja kita harus melindungi alam ini. Ini diilustrasikan dengan pulau-pulau yang diikat oleh akar dan dihubungkan oleh jembatan. Ilustrasi gunung dengan sampah yang diolah menjadi air jernih, air mengalir dapat menghidupi tanaman kecil, hutan ulang menghasilkan gelembung oksigen. Tanaman yang kita tanam dapat menyelamatkan banyak nyawa. 

Melalui proses panjang tahap demi tahap sejak Maret 2022 dan masuk semifinal pada April, Darmaya bersaing dengan 200 karya lain dari berbagai negara. Penilaian dewan juri akhirnya menetapkan Darmaya ini berhasil menduduki posisi nomor 2 setelah Korea. Event lomba  ini merupaka  event tahunan yang mengkampanyekan lingkungan berkaitan dengan ocean. Sebuah lomba yang cukup kompetitif dan bergengsi untuk perupa-perupa muda diseluruh dunia berkenaan dengan isu lingkungan.

Bersaing dengan negara-negara lain seperti China, California US, India, Thailand, Canada, Nevada US,  Maryland US, Iran,  North carolina US. United kingdom and great Britain, Ireland, Indonesia,  Bulgaria, Taiwan, Singapore dan lain-lainnya adalah pengalaman yang mendebarkan bagi Salwa, utamanya pada saat Grand Final dan harus mempresentasikan karyanya. Namun berkat bimbingan dan pendampingan dari guru seninya, Wahyu Putra Utama, Salwa berhasil melalui dengan mudah semua rintangan. “Merupakan sebuah anugrah bagi MAN Insan Cendekia Pasuruan, sebagai madrasah berbasis akademik mampu memperoleh kemenangan dibidang seni, kemenangan ini untuk Indonesia,” pungkas Wahyu.

Salwa Putri Ramadhani, gadis asal Tuban Jawa Timur 16 tahun lalu itu merupakan putri dari Muhammad Suhud dan Jumei Setiyawati. Lulus dari MTsN 1 Malang, Salwa melanjutkan ke MAN Insan Cendekia Pasuruan. Di sinilah bakat seninya terus berkembang dalam bimbingan Wahyu Putra Utama, guru seni alumni S2 ISI Surakarta.

Kepala Madrasah, Syamsul Ma’arif mengapresiasi dan memberi perhatian penuh atas event ini. Sejak karya Salwa dikirim untuk lomba, Syamsul terus memantau dan mensupport Salwa. Mulai penyisihan dari 200 karya menuju 30 besar, bersaing kembali pada 17 besar, hingga 3 besar pada Grand Final tak henti-hentinya sang kepala madrasah terus menyemangati dan memintakan doa kepada semua keluarga besar MAN Insan Cendekia Pasuruan.  “Lomba ini bukan hanya sekedar lomba melukis tapi bagian dari cara kita mendidik peserta didik memiliki kasadaran dan solusi dalam penyelematan lingkungan khususnya kehidupan terumbu karang di laut yang diilustrasikan dalam bentuk karya lukis,” ucapnya dengan penuh haru atas kebahagiaan ini. (QAY)

Editor: isn