Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan Jemaah, Komisi IX DPR RI Pantau Embarkasi Surabaya



Surabaya (PHU) - Untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan di embarkasi, Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (25/5). Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh mengatakan Kunker spesifik ini penting dilakukan mengingat keberadaan asrama haji yang dalam kurun dua tahun terakhir ini tidak digunakan untuk menerima jemaah haji. Pihaknya juga ingin memastikan kesehatan di embarkasi mulai dari kondisi asrama, makanan, serta sanitasinya.

"Karena dalam dua tahun tidak diselenggarakan haji, maka selama itu asrama haji juga tidak terpakai. Apalagi asrama haji pernah menjadi tempat karantina covid-19. Maka perlu diperbaiki lagi, atau dibersihkan lagi secara ekstra," ujarnya.

Ia juga menegaskan, ada beberapa persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi setiap jemaah haji diantaranya harus menjalani vaksin meningitis, vaksin covid tahap 1 dan 2, serta hasil tes PCR negatif dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Anggota dewan dari fraksi PKB ini menambahkan, perlu adanya mitigasi di asrama haji bila terdapat persoalan tak terduga yang dapat mengakibatkan tertundanya keberangkatan.

" Bila ada jemaah yang positif, maka perlu dibuat mitigasi nginapnya bagaimana, perawatannya seperti apa, dan lain sebagaimya," tambahnya

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Husnul Maram usai mendampingi Wakil Ketua Komisi IX melihat langsung kondisi kamar, ruang makan serta dapur asrama mengatakan pihaknya telah mempersiapkan semaksimal mungkin dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah.

Hingga saat ini, terangnya jemaah haji sudah siap untuk berangkat ke tanah suci dengan memenuhi segala persyaratan yang ada. "Dalam pekan ini, Calon Jemaah Haji (CJH) sudah mulai mengikuti manasik haji massal yang diadakan oleh Kankemenag kabupaten kota setempat," ujarnya.

Inna Mahanani Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemprov. Jawa Timur mengungkapkan, berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) per 24 Mei 2022, dari total 19.210 orang jemaah calon haji asal Jatim, cakupan vaksinasi meningitis mencapai 91,58 persen.

Sedangkan, cakupan vaksinasi COVID-19 bagi CJH tercatat dosis 1 sebesar 94,50 persen, dosis 2 sebesar 92,3 persen.

"Data ini akan berkembang terus, dan kami menunggu update dari Dinas Kesehatan kabupaten kota," terangnya

Ia berharap ketika pemberangkatan besok, calon jemaah haji sudah tervaksin secara keseluruhan. (Isn)

Editor: and/ev