Jalin Sinergitas Tangani Paham Keagamaan, Ulama dan Umaro Jatim Gelar FGD



Surabaya (Urais) - Untuk menjalin sinergitas antara ulama dan umaro (pemerintah) dalam menangani paham keagamaan yang berkembang, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan yang berlangsung mulai Jumat (15/10) hingga Minggu (17/10) ini diikuti oleh perwakilan organisasi keagamaan Islam PWNU, PW Muhammadiyah, MUI dan instansi terkait yang menangani keagamaan, serta dari Perguruan Tinggi. 

Ummu Khoiriyah Hanum, Kasi Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam menjelaskan, acara yang dikemas untuk menangani konflik intern agama juga secara khusus mengundang beberapa kyai dari Kabupaten Sampang guna mencari solusi cepat dan tepat menangani warga Sampang yang masih tinggal di Jemundo Sidoarjo.

"Kegiatan ini dibagi menjadi 2, yakni terkait dengan penanganan Sampang, dan yang kedua untuk menangani paham radikalisme," ujarya,

Sementara itu, Kepala Bidang Urais Binsyar, Muhammad Amin Mahfud mengatakan kegiatan ini diupayakan untuk bisa mengatasi konflik yang ada. Apalagi, tambah Amin Jawa Timur menjelaskan Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten kota dengan beberapa karakteriktik budayanya sampat kompeks permasalahannya. Karenanya, perlu ada upaya untuk mengorganisir penanganan kerukunan umat beragama agar tidak sampai memunculkan konflik.

"Kita bersama sama dengan kyai, tokoh ulama serta pihak-pihak terkait berusaha menangani konflik yang muncul," terangnya.

Amin menambahkan, terkait dengan kasus di Jemundo pihaknya telah melakukan upaya penanganan bersama dengan Kyai Sampang dan Pemerintah setempat.  "Alhamdulillah, tahun lalu, mereka yang di Jemundo telah menfgikrarkan diri bergabung dengan Aswaja," ujar Amin.

Kabid menuturkan, ia bersama dengan jajarannya juga melakukan deteksi dini adanya bibit-bibit radikalisme yang muncul pada beberapa daerah, guna dilakukan upaya pencegahan. "Kita menggandeng penyuluh agama yang menangani radikalisme untuk menangani permasalahan ini," terang Kabid.

Senada dengan Amin, Akmal Salim Ruhana, Kasubdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik Kemenag RI mengatakan, penyuluh agama dan penghulu bisa menjadi aktor kunci dalam early warning system, deteksi dan respon dini kasus keagamaan, baik berbaris komunitas maupun IT. (isn)

Editor: lai