Bimas Buddha Gelar Wawasan Kebangsaan



Surabaya (Humas) - "Perbedaan agama menjadi isu yang mudah untuk menjadi sumber perpecahan bangsa, kita harus sadari bahwa Indonesia merupakan negara yang plural, memiliki banyak perbedaan yang harus disikapi agar mengurangi potensi perpecahan bangsa," demikian disampaikan oleh Sayekti Pribadiningtyas dihadapan 100 orang pemuda umat Budha, Rabu (13/10) yang mengikuti kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan bagi Umat Budha di Vihara Buddhayana Darmavira Center Surabaya.

Bu Nining, nama panggilannya, lebih lanjut menyampaikan bahwa apapun agamanya, semua memerlukan kasih sayang. 

"Indonesia memilik banyak perbedaan. Nah, diperlukan usaha bagaimana kita dapat bersatu dengan hukum kasih yang universal",   katanya.

"Indonesia plural,  mari upayakan agar kita bersama hidup manis," tegasnya diakhir penyampaian materi.

Kegiatan yang diselenggarakan  oleh Pembimbing Masyarakat Budha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur ini juga menghadirkan narasumber R Heru Wahono Santoso, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa akan datang dalam mengahadapi tantangan bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan juga menjadi kunci kebhinekaan, toleransi dan nasionalisme ditengah tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban.

Tidak dipungkiri bahwa pengaruh globalisasi dapat mempengaruhi pola pikir dan pandangan orang, namun sebagai generasi muda Indonesia harus berkomitmen untuk turut menjaga kelanjutan negara kesatuan Republik Indonesia. 

Hal senada juga disampaikan oleh Satimin sebagai Pembimas Budha,

 "Pemuda adalah harapan bangsa yang akan menjaga keutuhan bangsa Indonesia" .

Ia menambahkan pemuda harus bersemangat untuk memiliki karakter yang lebih baik bagi keluarga, bagi masyarakat juga bagi bangsa Indonesia.

 

Rd