Plt Kakanwil Membuka Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kinerja PPIU



Plt Kakanwil Membuka Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kinerja PPIU

Sidoarjo (PHU) -  Bertempat di Premier Place Hotel Sidoarjo (22/9), Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Peningkatan Kinerja Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Acara ini dihadiri oleh Plt. Kakanwil Kemenag Jatim, Tim Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Lembaga Seritifikasi, Unsur Badan Koordinasi Penanaman Modal dan peserta dari PPIU se Jawa Timur, khususnya bagi mereka yang baru saja memiliki Surat penetapan ijin operasional dan beberapa PPIU yang akan mengikuti pelaksanaan akreditasi.

Dalam sambutannya,  Plt. Kakanwil Kemenag Jatim, Moh. Nurul Huda menyampaikan bahwa dengan sudah dibukanya Ibadah Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi, akan tetapi masih adanya penundaan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi, bagi 9 negara termasuk Indonesia, maka perlu ada dialog, salah satunya yakni menyelenggarakan Pembinaan Peningkatan Kinerja PPIU di Jawa Timur.

"Dengan berdialog secara langsung dan interaktif, sebagai wahana komunikasi yang idial dari pemerintah untuk para pelayan dzuyufulloh dzuyufurrahman," ujarnya.

Disampaikan juga, bahwa sikap Pemerintah Indonesia sudah jelas, Pemerintah menyambut baik pembukaan ibadah umrah 1443H oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan berharap Jemaah umrah Indonesia dapat segera melaksanakan ibadah umrah, Pemerintah Republik Indonesia saat ini sedang memprioritaskan penanganan penyebaran Covid-19 di dalam negeri, pembatasan mobilitas, dan upaya vaksinasi kepada seluruh warga negara Indonesia dan juga Kementerian Agama bersama Kementerian/Lembaga terkait dan PPIU sedang menyiapkan skenario penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi terkait dengan suspend, karantina, vaksinasi, pemeriksaan PCR, protokol kesehatan dan lain-lain 

Diakhir sambutannya, ia juga berpesan terkait dengan informasi yang berasal dari twitter Haramain Assyarifain terkait pelaksanaan umrah dan mungkin berita-berita lainnya, jangan langsung dijadikan dasar dan patokan.

" Karena semua berita perlu adanya klarifikasi lebih detail dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, perlu diketahui, bahwa twitter Haramain Assyarifain bukan merupakan lembaga resmi pemerintah Arab Saudi," imbuh Huda.

Kegiatan ini akan dilaksanakan 2 angkatan dengan masing-masing angkatan berjumlah 50 PPIU.(alla)

Editor: isn