UDG Nasional XIV, Kontingen Jawa Timur Siap Raih Juara



Sidoarjo (Bimas Hindu) – Karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19,  Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Nasional XIV Tahun 2021 dilakukan secara semi virtual. Ajang tiga tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI ini dilakukan dengan tapping video  peserta pada masing-masing provinsi.

UDG Nasional di Jawa Timur yang diikuti oleh 41 orang peserta ini dipusatkan di Hotel Utami Sidoarjo, Kamis (16/9). Pada kesempatan ini, kontingen Jawa Timur mengikuti seluruh kategori yang diperlombakan, yakni 25 kategori dari 7 jenis lomba. Diantara 7 jenis lomba yaitu lomba membaca sloka, lomba menghafal sloka, lomba lomba membaca palawakya, lomba membaca kekawin, Lomba Dharmawacana berbahasa Inggris, lomba Dharmawacana bahasa Indonesia dan lomba nyanyian keagamaan Hindu

Saat membuka acara, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Mohammad Nurul Huda memberikan semangat kepada kontingen Jawa Timur agar bisa menjadi juara 1. Ia mengajak umat Hindu Jawa Timur untuk bisa hidup rukun dan guyup. Dengan kebersatuan tersebut, Huda optimis bisa membawa Jawa Timur menjadi juara 1.

Untuk memberikan pelayanan kepada umat beragama, Pemerintah menggagas lomba Utsawa Dharmagita (UDG). Melalui ajang lomba ini, jelasnya, umat Hindu mampu  meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan kitab suci Weda, meningkatkan sraddha dan bhakti sebagai landasan terbentuknya susila Hindu;

Selain itu, tambah Nurul Huda, UDG dapat melestarikan dan mengembangkan Dharma Gita, memantapkan kerukunan intern umat Hindu yang dinamis dan faktual, menyamakan persepsi tentang Dharma Gita, serta meningkatkan kajian terhadap kitab suci Weda.

Sementara itu, Budiono selaku Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menuturkan, UDG kali ini  dipantau langsung oleh 2 orang petugas dari Direktorat Jenderal Bimas Hindu. “Petugas pemantau dipilih melalui seleksi ketat sehingga kredibiltasnya pasti ntidak diragukan lagi,” terangnya.

Ia menambahkan, perlombaan yang dilakukan melalui perekaman ini hanya dilakukan sekali saja untuk masing-masing penampilan lomba, tanpa ada sesi pengulangan.

Setelah selesai lomba, ujar Budiono, rekaman video akan langsung dibawa petugas pemantau ke Jakarta untuk mendapatkan penilaian dari tim dewan juri nasional. (Isn)