Monev Kinerja Penyuluh Agama, Dr. AW Evendi : Selain On The Track Pada Tusinya, Penyuluh Agama Adalah DUTA PROKES



Kab. Probolinggo (Pokjaluh) Tim Bidang Urais Binsyar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini dihadiri Sub Koordinator Pemangku Tusi Penyuluh dan Sistem Informasi Jatim Dr. H. A. Wakid Evendi, S.Ag. M.Ag didampingi Kasi dari Bidang. Rabu (15/09/21).

Turut mendampingi monitoring ini, Bapak Wahyudi Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan HBI, Achmad Ubaidillah, SE, M.AB Penyusun Bahan Pembinaan Penyuluh dan Dhian Purwati Handayani Pengelola Kemasyarakatan Spiritual. Kegiatan ini juga menghadirkan penyuluh agama Islam Fungsional dan penyuluh agama Islam non PNS se kabupaten Probolinggo.

Saat kunjungan, tim evaluasi merekam hal ihwal dan problematika serta aspek kepenyuluhan yang dihadapi Penyuluh Agama Islam Fungsional maupun Non PNS baik di lingkup kantor meliputi sarana dan prasarana maupun di lapangan.

Pria yang juga Dosen Pascasarjana Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya ini juga mengingatkan tupoksi dan fungsi dari penyuluh harus dimaksimalkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Khusus di Masa PPKM Darurat penyuluh agama dituntut peka terhadap situasi dan kondisi kekinian utamanya menopang penerapan protokol kesehatan 5M+1D sesuai amanah yang disandangnya sebagai DUTA PROKES.

Dr. AW Evendi menandaskan bahwa tujuan monitoring dan evaluasi ini sebagai langkah kongkrit Kanwil Kemenag Jatim untuk meng-evaluasi terhadap program kepenyuluhan, apakah yang dilakukan selama ini tetap sesuai dengan jalur yang benar atau tidak.

"Hasil dari monitoring dan evaluasi ini nantinya akan kami simpulkan dalam menentukan langkah selanjutnya, nantinya kami akan bisa melihat dan menilai apakah para penyuluh ini telah melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak," tegasnya.

Selain itu, kita ketahui cerminan Kementerian Agama adalah KUA dan ujung tombak KUA ada pada penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan, harus memperlihatkan eksistensi Kementerian Agama terhadap masyarakat melalui pelayanan prima.

“Untuk mewujudkan hal tersebut harus ada hubungan harmonis antara kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh,” tutupnya.(Aan).

 

Editor: lai