Makna Hari Pahlawan Bagi Generasi Milenial dan Tantangan di Masa Covid-19



Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November pada tahun ini berbeda dari pada peringatan Hari Pahlwan seperti tahun-tahun yang lalu. Hari Pahlawan yang biasa kita lakukan dengan acara seremoni sekarang menjadi berbeda karena di tengah pandemi covid-19 peringatan ini dilakukan dengan cara virtual. Meskipun peringatan Hari Pahlawan tahun ini secara virtual hal ini tidak mengurangi makna yang terkandung didalamnya. Momentum 10 November ini merupakan tonggak sejarah pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Kala itu, bangsa Indonesia berjuang melawan tentara Inggris untuk merebut kemerdekaan Tanah Air. Pertempuran ini telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit, mulai dari tentara hingga masyarakat sipil. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan ini sesuai perkembangan zaman. 

Di era digital sekarang ini lahirnya generasi milenial dimana generasi milenial adalah generasi yang unik dengan karkateristik tertentu, yang merupakan kelompok potensial dalam memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa. Seperti diisyaratkan oleh Howe dan Strauss (2000), generasi baby boomers yang memegang berbagai macam profesi dalam kehidupan di masyarakat secara gradual akan mundur. Masa depan kehidupan akan didominasi oleh suatu generasi berikutnya yaitu generasi Y atau yang sering disebut generasi milenial dan generasi-generasi yang mengikutinya. Namun secara proposional generasi milenial ini mungkin yang paling dominasi bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Posisi Indonesia sedang berada dalam era bonus demografi (demographic divident), jumlah milenial atau angkatan yang lahir tahun 1981-2000 menurut Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2017 adalah 88 juta jiwa atau 33, 75 persen dari jumalah penduduk Indonesia (BPS, 2018).  

Perubahan dan pengaruh globalisasi serta perkembangan teknologi yang sangat pesat telah mendorong para generasi milenial untuk menemtukan perubahan konstruksi sosial di masa yang akan datang. Generasi inilah yang pada masa sekarang dan yang akan datang akan menjadi dominan dalam memegang berbagai macam profesi seperti guru, akademisi, para industrialis, ahli ekonomi, pembuat kebijakan, pejabat publik, aktivis, jurnalis, bahkan mungkin presiden. Di tangan merekalah nasib dan masa depan bangsa kita.

Generasi milenial dengan karakteristik, sifat, kepercayaan, sistem nilai, tertentu melakukan aktivitas yang memberikan pengaruh dalam keberlangsungan kehidupan. Oleh karena itu makna di Hari Pahlawan ini para generasi milenial di harapkan mempunyai tiga kompetensi kewarganegaraan yaitu warga negara harus mempunyai pengetahuan yang cukup (civic knowledge), kemudian ketrampilan kewarganegaraan (civic skills), dan sikap kewarganegaraan (civic disposition) yang baik (Branson, 1999). Selain  tiga kompetensi kewarganegaraan perlu dilengkapi dengan berbagai pengetahuan, ketrampilan dengan penggunaan teknologi informasi serta sikap kesetiakawanan sosial dalam menghadapi pandemi covid-19 sehingga dapat memberikan manfaat terhadap kesejahteraan bangsa. Sebagai generasi milenial makna sosok pahlawan akan semakin luas sebagai sosok panutan yang bisa membawa perubahan berarti untuk lingkungan dan menyumbang kontribusi positif dalam berbagai bidang, baik ekonomi, politik, sosial budaya, seni pariwisata dengan lingkup nasional sampai lingkup internasional dengan berbagai profesi mulai dari influencer, content creator, olahragawan, artis, animator dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan tema pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 adalah PAHLAWAN SEPANJANG MASA.

 

Oleh : Arini Indah Nihayaty, S.Pd, M.Si