25Jul’23
- kedirikota
- 4618







Kota Kediri (Humas) - Tingginya tingkat toleransi antar umat beragama dan indeks kerukunan di Kota Kediri semakin tampak nyata pada acara Doa Bersama antar Umat Beragama kemarin malam di Balaikota Kota Kediri. Sebanyak lebih dari 300 orang dari 7 agama berbeda, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, dan penghayat mengikuti doa bersama dalam rangka memperingati hari jadi Kota Kediri ke 1144 tahun tersebut. Masing-masing agama menghadirkan umat beserta agamawannya untuk memimpin doa, Senin (24/07).
Abdullah Abubakar, Walikota Kediri, dalam sambutannya saat membuka acara Doa Bersama antar Umat Beragama malam kemarin menyampaikan kebanggaannya terhadap Kota Kediri, terutama dalam hal menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, perbedaan dan kerukunan dalam doa bersama ini adalah hal yang patut disyukuri karena tidak semua daerah bisa melakukannya.
"Perbadaan memang diadakan oleh Allah agar kita bisa saling menghormati, saling belajar, bisa lebih dewasa. Saya minta kedepan bisa kitajaga, siapapun kedepan yang meneruskan kerukunan," ujar Abubakar.
Sejalan dengan Pemkot Kediri, Kementerian Agama Kota Kediri juga terus menggiatkan upaya sosialisasi program moderasi beragama di masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Kampung Moderasi yang dilaunchingkan tahun 2022 lalu, serta gerakan Agen BUNDA MODIIS oleh DWP Kementerian Agama yang menyosialisasikan pemahaman dan praktek moderasi beragama hingga di tingkat madrasah-madrasah, terutama pada para generasi muda.
Di Kota Kediri khususnya, setiap perayaan hari besar masing-masing agama selalu menghadirkan unsur-unsur dari berbagai agama yang selainnya, beberapa diantaranya seperti Perayaan Imlek dan Hari Raya Waisak Mei lalu. Banyak dari peserta yang mengikuti kegiatan agama merupakan remaja yang juga aktif di tempat peribadatannya maupun di komunitasnya masing-masing. Hal ini menunjukkan masa depan kerukunan dan moderasi beragama di Kota Kediri akan semakin cemerlang.
Ni Made Susilawati, pengurus FKUB Kota Kediri dari unsur Hindu, menyampaikan bahwa acara doa bersama antar umat beragama ini sangat bagus untuk diadakan, untuk mewujudkan kerukunan, guyub rukun umat, wujud dari keberagaman yang ada di Kota Kediri.
“Wujud dari Moderasi beragama, ini merupakan aktualisasi dari toleransiberagama, kami umat Hindu bangga dan senang menjadi warga Kota Kediri, acara ini harus terus dipertahankan utk mendo'akan Kota Kediri dan warganya senantiasa sehat, nyaman, sejahtera, damai dan bahagia, Swaha Swaha Swaha,“ ujar Made.
(Mai)
Editor: isn
2026-01-27 15:15:15
2026-01-27 15:15:15
2026-01-19 15:15:15
2026-01-10 15:15:15
11 March 2026
10 March 2026
10 March 2026
