Wujudkan Madrasah yang Moderat, MAN Insan Cendekia Pasuruan Berikan Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru dan Tenaga Kependidikan



Kab.Pasuruan(MAN IC) - Dalam upaya mendukung program moderasi beragama dari Kementerian Agama RI,  MAN Insan Cendekia Pasuruan menggelar Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Avicena MAN IC Pasuruan dengan menghadirkan Narasumber Muchamad Arifin, MA selaku Kabid Agama Sosial Budaya BNPT-FKPT Jawa Timur. (21/6)

Acara berlangsung khidmat dan menarik dengan dihadiri oleh seluruh GTK MAN IC Pasuruan berjumlah 52 orang. Acara yang berlangsung jam 08.30 dipandu oleh Ustadzah Hurotun Nafisah, S.Pd.I diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah MAN IC Pasuruan Syamsul Ma'arif, M.Pd.

6Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi penguatan moderasi beragama oleh Muchamad Arifin, MA. Dalam pemaparan nya diawali dengan mengajak semua untuk bersyukur atas semua karunia Tuhan atas kekayaan Indonesia baik agama, alam, maupun budaya dan menjaganya dengan persatuan Indonesia.

Selanjutnya, beliau mengajak untuk mewaspadai gerakan-gerakan pemecah belah NKRI, mulai dari Intoleransi, Radikal, sampai Terorisme yang semakin marak terjadi. Moderasi Beragama yang diprioritaskan Kemenag RI dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegahnya selain Deradikalisasi dari BNPT, karena banyak gerakan pemecah belah yang membawa latar belakang agama."jelas Arifin.

Mochamad Arifin, juga menjelaskan bahwa sasaran utama gerakan ini juga mulai masuk ke dunia pendidikan dan siswa yang kurang memahami cara beragama menjadi subjek idaman. Oleh sebab itu, Arifin yang juga menjadi Kabid Agama Sosial Budaya di FKPT Jatim memberikan penguatan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di lingkungan pendidikan.

“Upaya tersebut diantaranya, Sekolah tidak memberikan tempat penyemaian paham intoleran dan radikal, pendidik mentransformasikan diri dengan nilai kebangsaan, pendidik memahami latar belakan sosial siswanya, pendidik tidak lagi memakai doktrinisasi dalam pendidikan karakter melainkan melalui diskusi dan argumentasi, pendidik memperkuat nilai moral kebhinekaan, serta pendidik senantiasa mengarahkan peserta didik kejalan yang benar sesuai hidup beragama dan bernegara”. Papar Arifin lebih lanjut.

Acara penguatan Moderasi Beragama bagi GTK juga dihadiri oleh KaKanwil Kemenag Jatim Dr. H. Husnul Maram, M.H.I yang turut berpesan untuk senantiasa menjadi Guru yang Moderat sehingga mampu menciptakan lingkungan madrasah yang moderat, sehingga peserta didik memiliki sikap moderat dalam kehidupan beragama dan bernegara (21/6). (CAF)

Ed:ev