Penguatan Moderasi Beragama dalam Penanganan Paham Radikalisme di Jawa Timur, Kakanwil Imbau Masyarakat untuk Tabayyun



Surabaya (Urais) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram memberikan materi tentang Penguatan Moderasi Beragama dalam Penanganan Paham Radikalisme di Jawa Timur Tahun 2022 di Hotel Swiss Belinn, Surabaya pada Selasa (21/6). Kegiatan ini diikuti 65 peserta yang terdiri dari  Penyuluh agama Islam bidang radikalisme, ormas Islam dan dari universitas terkemuka di Jawa Timur bidang kemahasiswaan. Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur selaku penyelenggara menjelaskan tujuan acara ini dalam rangka mewujudkan ukhuwah Islamiyah yang dinamis dan meminimalisir terjadinya polemic di masyarakat terkait dengan paham keagamaan khususnya Radikalisme.

 

Kakanwil dalam materinya menyampaikan indikator terjadinya radikalisme adalah kuatnya keyakinan kaum radikalis akan kebenaran ideologinya, akan dibarengi dengan penafikan kebenaran lain. Mereka membuat kampanye melalui gerakan sosial, dikombinasikan pencapaiannya dengan mengatas namakan nilai- nilai kemanusiaan.

 

Menurut Maram, latar belakang adanya paham radikalisme adalah pemahaman individu terhadap agama yang menyimpang dari konsep dasarnya."Hal ini dikarenakan sifat fanatik pemeluk agama yang berlebihan tanpa mengakui eksistensi agama lain dan mengklaim agamanya yang paling benar," terang Maram. Lanjutnya, adanya tekanan sosial, ekonomi dan politik yang melampaui batas ambang kesabaran maka akan memunculkan perlawanan dengan berbagai cara.

 

Kakanwil menjelaskan upaya penanggulangan radikalisme dilakukan dengan cara membangun kerjasama antar instansi terkait. "Misalnya, sosialisasi dan aksi kepada masyarakat untuk menolak sikap radikal dengan melibatkan seluruh kelompok agama yang ada melalui penyuluh agama sehingga penyuluh bisa memberi penerangan kepada masyarakat bahwa radikalisme dan terorisme adalah bentuk pelecehan terhadap agama dan kemanusian," terang bapak dua anak ini.

 

Dalam kesempatan ini Maram juga menjelaskan langkah yang perlu diambil yaitu dengan kerjasama kelembagaan baik internal maupun eksternal lebih ditingkatkan. "Menghadapi radikalisme melalui pendekatan Pranata yaitu dengan :Institusi Pendidikan Lembaga Keagamaan Masyarakat," jelasnya.

 

Sedangkan sebagai anggota masyarakat, kita dapat menanggulangi dengan cara: memahami moderasi dalam beragama, tanpa melanggar syariat agama, yakni menerapkan cara pandang dan bersikap yang melindungi martabat kemanusiaan; mensyukuri kebhinekaan sebagai anugerah dari Allah SWT serta pentingnya wawasan kebangsaan dan keagamaan berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila; ikut menjadi penggerak yang mampu mengajak masyarakat dalam mencegah paham radikalisme dan terorisme; selalu ber-tabayyun dan mampu memfilter informasi yang diterima sehingga tidak ikut menyebarkan berita/konten hoaks yang menyesatkan umat.

 

Di akhir sambutannya, Kakanwil memberikan harapannya. "Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan, bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT dalam menjaga kerukunan dan keutuhan Indonesia dari ekstrimisme dan radikalisme," pungkasnya.(ev/and)

Ed:isn