Gandeng BDK Surabaya, Kemenag Nganjuk Latih Penggerak Penguatan Moderasi Beragama



Kab. Nganjuk (Inmas) - Sebanyak 30 Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari Kepala Madrasah Negeri dan Guru Agama di Kabupaten Nganjuk mengikuti pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama yang digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk. Pelatihan yang digelar selama 6 hari berturut-turut ini dimulai sejak Selasa (24/5) sampai Minggu (29/5) akan dilaksanakan secara offline atau tatap muka langsung.

Ketua panitia, Umi Kaisyani menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini dalam rangka menjaring kader-kader penguatan moderasi beragama terutama dari para Aparatur Sipil Negeri (ASN) Kementerian Agama. Moderasi beragama sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama dibawah Gus Yaqut harus terus digencarkan gaung penguatannya mengingat Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2024 yang rawan akan gesekan bermuatan SARA.

Kakankemenag, Afif Fauzi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang telah mengadakan pelatihan kader penguatan moderasi beragama di Kabupaten Nganjuk. Keadaan masyarakat kabuapaten Nganjuk yang religius penting untuk dimunculkan kader-kader moderasi beragama sebagai upaya merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Nganjuk.

Tahun 2022 yang telah dicanangkan menjadi tahun Toleransi menuntut langkah besar bersama ditengah keberagaman masyarakat Indonesia. Setiap Kementerian dan lembaga harus secara kompak dan sinergis dalam membangun kader-kader moderat di masyarakat.

Senada dengan Kakankemenag, Kepala Balai Diklat Keagaman Surabaya, Japar mengatakan urgensi penguatan moderasi beragama ditengah tantangan masifnya perkembangan media sosial. Keragaman masyarakat Indonesia yang secara teknologi menjadi mudah bertemu dan berada pada satu forum media tidak jarang menimbulkan resiko gesekan yang bermuatan SARA yang muaranya mengancam kesatuan NKRI.

Lebih lanjut Kepala Balai Diklat Keagamaan kelahiran Makassar ini menyampaikan pentingnya setiap ASN untuk paham dan menjiwai empat indikator moderasi beragama:

1. Komitmen Kebangsaan

2. Toleransi

3. Anti Kekerasan

4. Penerimaan Terhadap Tradisi

Ia berharap, pelatihan semacam ini dapat meningkatkan ghiroh setiap ASN untuk merawat dan menyebarkan nilai moderasi beragama di masyarakat. (Lq)