Kemenag Tuban Tekankan Pemahaman Wawasan Kebangsaan untuk Tes Penyuluh Agama Islam Honorer Pengganti Antar Waktu



 

Kab.Tuban( Humas)--Sejumlah 13 orang mengikuti Penyuluh Agama Islam Honorer Pengganti Antar Waktu, Kamis, (12/05/2022) di aula Kemenag Tuban. Para peserta mendapatkan pengarahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ahmad Munir. Ia menekankan para calon Penyuluh Agama Islam Honorer harus memahami wawasan kebangsaan

"Penyuluh adalah garda terdepan Kementerian Agama, maka harus satu visi dan misi, satu pergerakan dan satu komando tentang wawasan kebangsaan," ujarnya. Disini akan terlihat apakah peserta mendukung atau melawan pemerintah. "Akhir-akhir ini banyak paham keagamaan yang radikal yang menentang keberadaan pemerintah," imbuhnya. Maka dari itu penyuluh harus cerdas, karena penyuluh banyak berkiprah di masyarakat.

Kegiatan ujian seleksi ini diikuti oleh 13 orang peserta sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) dari empat kecamatan, yakni Jenu, Tambakboyo, Bancar dan Jatirogo. Menurut Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menjelaskan materi uji komptensi ini terdiri dari tes tulis atas penguasaan pengetahuan agama dan pengetahuan umum, tes wawancara yang meliputi uji praktek ibadah sholat, kemampuan membaca Al-Qur'an, kemampuan kepenyuluhan dan tes wawasan kebangsaan.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengisi kekosongan formasi penyuluh honorer khusus di empat kecamatan, yakni kecamatan Jenu, Tambakboyo, Bancar dan Jatirogo yang kehabisan tenaga PAW," kata ia.

Disamping itu, dengan adanya ujian seleksi ini diharapkan mampu menjaring tenaga Penyuluh Agama Islam Honorer yang handal dan profesional. Sehingga mereka ini nanti tidak hanya mampu menjalankan tugas pokoknya, tapi juga dapat melakukan tugas-tugas tambahan yang diberikan oleh unsur pimpinan.

Dimana penyuluh honorer di empat kecamatan ini sudah ada yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai tenaga pendidik di lingkungan Diknas Tuban.

Dengan diangkatnya PAI Non PNS sebagai P3K dan Sertifikasi maka secara otomatis mereka harus mengundurkan diri dari penyuluh. Oleh karena itu rangking berikutnya otomatis yang  menjadi PAW. 

"Kebetulan di Kecamatan Jenu, Tambakboyo, Bancar dan Jatirogo kehabisan stok PAW sehingga akhirnya harus diadakan rekruitmen terbatas melalui ujian seleksi ini," pungkasnya.(lai/irn)

ed:ev