Pembinaan ASN Kemenag Ponorogo, Kakanwil Apresiasi Praktek Moderasi Beragama di Ponorogo



Ponorogo (Humas) - Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram memberikan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Kabupaten Ponorogo, Rabu (11/5) di Pendopo Pemkab Ponorogo.

Mengawali pembinaan ASN yang dikemas dengan kegiatan halal bihalal Syawal 1443 H ini, Kakanwil menyampaikan tiga konsep agar pekerjaan yang kita lakukan membuahkan hasil yang maksimal.

Dalam setiap kegiatan apapun, terang Maram diperlukan konsep muhadhoroh atau menghadirkan jiwa, hati dan pikiran agar apa yang kita kerjakan dapat berjalan dengan baik dan maksimal sesuai dengan regulasi yang ada.

Diantara contoh muhadhoroh tersebut ia misalkan saat Penghulu menikahkan calon pengantin. Menurutnya, Penghulu perlu memperhatikan apakah calon pengantin tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada terkait dengan usia minimal, wali maupun saksi dan lain sebagainya, agar pernikahan tersebut bisa menjadi sah baik secara negara maupun agama.

Konsep kedua adalah muqorobah (dekat). Agar terjadi kedekatan, tegas Kakanwil diperlukan adanya ketersambungan hati dan fikiran antara pimpinan dan bawahan. "Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang baik, maka kita akan diperhatikan. Maka berikanlah yang terbaik sesuai dengan pekerjaan kita," ujarnya.

Konsep ketiga adalah musyahadah (kesaksian). Kesaksian ini menjadi sangat penting, terang Kakanwil agar syiar program kegiatan Kemenag bisa diketahui secara luas oleh publik. Maka, tambahnya diperlukan adanya publikasi kegiatan melalui semua kanal media sosial yang ada.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Agama RI, Abdurrohman beberapa waktu lalu, Kakanwil mengatakan walau kegiatan tersebut kecil, tapi memiliki nilai yang besar bagi masyarakat. Maka kegiatan terus harus dipublikasikan secara massif.  

Ia menambahkan, era transformasi digital membantu memudahkan pekerjaan di segala bidang. Namun, tegasnya perlu ada kehati-hatian dan kewaspadaan, agar tidak mudah menyebar berita hoax yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan disintegrasi bangsa.

Kakanwil lantas memuji pelaksanaan moderasi beragama di Kabupaten Ponorogo yang sudah sangat baik. Setidaknya, berdasarkan indikatornya moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, anti kekerasaan, serta menghargai budaya lokal, dan toleransi di Ponorogo perlu diapresiasi. 

Diantara contoh yang terlihat jelas disini, tambah Kakanwil adalah masih lestarinya reog sebagai budaya lokal dan digunakan dalam penyambutan kegiatan pembinaan ASN tersebut.

Terkait dengan penyelenggaraan haji 1443 H, Kakanwil meminta seluruh ASN Kemenag dapat memberikan jawaban yang santun terhadap segala pertanyaan masyarakat. Ia menambahkan, pada pelunasan hari kedua di Jawa Timur telah mencapai 43 persen jemaah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Ponorogo Bambang Nur Cahyanto. (isn/and)

Editor: ev