Dialog Lintas Agama, Kepala Kemenag Banyuwangi Ajak Jaga Harmoni Kerukunan



Kab. Banyuwangi (Humas)— Moderasi beragama adalah mengamalkan pemahaman beragama yang berimbang sesuai dengan ajaran agama. Tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi. Artinya menggunakan pemahaman agama, yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, yang dalam bahasa agama disebut rahmah, perdamaian atau salam, dan toleransi dengan tidak mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama.

Demikian ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Slamet saat membuka acara Dialog Lintas Agama dengan berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi di Ball Room Hotel Kokoon Banyuwangi , Ahad (28/11) kemarin. Acara yang diikuti 62 peserta itu, berasal dari berbagai unsur. Diantaranya, dari pejabat fungsi agama Kemenag Banyuwangi, unsur FKUB, pemuda lintas agama,wanita lintas agama, dan juga akademisi.

Dalam sambutannya Slamet mengatakan, bahwa keberagaman di Indonesia merupakan keniscayaan dalam hidup dan tidak untuk dipertentangkan dan dicari perbedaannya. Karena Keragaman adalah keniscayaan, yang diciptakan bukan untuk dipermasalahkan, tetapi untuk disinergikan sehingga menghasilkan kerukunan dalam kehidupan.

“Walau berbeda-beda, mari kita jaga harmoni kerukunan,” ajak mantan Kepala Kemenag Bondowoso itu.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, dialog antar umat beragama merupakan suatu bentuk komunikasi dan bagian penting untuk terbentuknya masyarakat komunikatif, apalagi terhadap masyarakat yang plural dengan agama yang plural. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dirinya berharap akan menjadi sarana yang ideal dalam membangun Komunikasi Umat Beragama yang berkesinambungan.

Dalam acara dialog  itu dipandu dua moderator yang luar biasa. Yakni Lukman Hakim, pembantu rektor II Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng. Sedangkan moderator II adalah Nur Chozin, wakil ketua I FKUB Kabupaten Banyuwangi disamping itu juga seorang hakim di Pengadilan Agama Jember. (yasin)

 

Ed:lai