Berikan Pembinaan, Kakanwil Ingatkan ASN untuk Cerdas Bermedia Sosial



Kabupaten Madiun (Humas) - Kepala Kantor Wilayah beserta Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberikan pembinaan peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Selasa (23/11/21).

Husnul Maram Kakanwil Kemenag Jatim dihadapan 140 ASN yang terdiri dari kepala madrasah negeri, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penghulu, penyuluh, Kepala Tata Usaha (KTU), pengawas, pegawai Kankemenag Kabupaten Madiun menyampaikan pentingnya setiap ASN untuk melek terhadap teknologi informasi. Setiap ASN Kementerian Agama harus mampu merubah stigma di masyarakat bahwa Kementerian Agama tertinggal dalam bidang teknologi informasi.

"Usia kita boleh tua, namun semangat kita untuk melek terhadap teknologi informasi harus kuat. Apalagi saat ini Kementerian Agama salah satu fokusnya terhadap transformasi digital," ujar Husnul Maram.

Namun demikian, Maram mengingatkan ASN Kementerian Agama untuk hati-hati dalam menggunakan media sosial. Selain dapat memberikan segudang kemudahan, nyatanya juga bisa menjadi pisau bermata dua.

"Saya punya cerita, dimana ada seorang pejabat yang melakukan asesmen untuk eselon dua. Beliau kompetensinya baik, begitu pula reputasinya. Namun tidak lolos untuk menjadi eselon dua. Usut punya usut, ternyata beliau pernah menulis sesuatu di media sosial dimana tulisan itu berseberangan, bahkan bertentangan dengan pemerintah. Dan itu dilakukan sudah sekian tahun yang lalu. Ini artinya kita benar-benar harus menjaga perilaku kita sebagai ASN Kementerian Agama," tegas Maram.

Selanjutnya Nawawi Kepala Bagian Tata Usaha turut memberikan pembinaan. Ia memaparkan bahwa Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kualitas persaudaraan antar sesama umat beragama, sebangsa, dan umat manusia, sehingga dapat menjadi pusat pendidikan moderasi beragama dan kebhinnekaan dunia.

RI diharapkan menjadi rujukan bagi banyak pihak sebagai early warning dan early response system kondisi ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah.

"Pada dasarnya kita patut bangga bahwa program yang kita laksanakan ini akan menjadikan Indonesia sebagai laboratorium kerukunan dunia dalam mengelola persatuan dan kebhinnekaan," ujar Nawawi. (Sol)