Berikan Pembinaan ke ASN Kemenag Kota Madiun, Kakanwil Tekankan Program Prioritas Kementerian Agama



Kota Madiun (Humas) "Warga Nahdlatul Ulama (NU) ketika sholat di masjid Muhammadiyah tidak pernah warga Muhammdiyah menanyakan, apakah bapak Muhammadiyah ?, dan begitu sebaliknya warga NU tidak pernah menanyai warga Muhammadiyah ketika warga Muhammadiyah solat di masjid NU. Inilah salah satu moderasi beragama yang sedang menjadi perhatian kita," ujar Husnul Maram Kakanwil Kemenag Jatim saat memberikan pembinaan ASN Kemenag Kota Madiun pada Selasa (23/11/21).

Di hadapan 65 ASN dan pejabat Kemenag Kota Madiun, Husnul Maram kembali menekankan ASN Kemenag untuk selalu mendukung program prioritas Kementerian Agama di dalam kehidupan sehari-hari dimanapun dan kapanpun. 

"Yang penyuluh Agama Islam, penyuluh Agama Kristen, guru madrasah, pengawas, hingga security semuanya  harus menerapkan moderasi beragama di dalam kehidupan kita. Ini sudah final, tidak bisa ditawar lagi," tegas Husnul Maram.

Selanjutnya Husnul Maram menyampaikan pentingnya transformasi digital di Kementerian Agama. Selain memang program prioritas Kementerian Agama, transformasi digital dirasa penting dikarenakan Kementerian Agama memiliki satuan kerja dan ASN yang banyak.

"Kita memiliki data yang luar biasa banyak, ini tentu tidak mudah. Namun sudah merupakan kewajiban kita untuk mengelola data ini dengan baik," imbuh Maram.

Selain dua program prioritas Kementerian Agama tersebut, Husnul Maram juga menyampaikan 4 program lainnya seperti revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, dan Religiosity Index.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun menyambut baik pembinaan yang dilakukan oleh Kakanwil. Menurutnya, dengan datangnya Kakanwil dapat memacu kinerja ASN Kemenag Kota Madiun lebih baik lagi.

"Terimakasih tentunya kami sampaikan atas kedatangan bapak Kakanwil. Kami di daerah terus berinovasi, PTSP sudah terlaksana jauh sebelum pandemi, dan saat ini untuk surat tugas dan perjalanan dinas kami sudah menggunakan sistem tanda tangan elektronik," ujar Munir Kepala Kankemenag Kota Madiun. (Sol)