Perkuat Pembangunan Zona Integritas, 15 Kankemenag Pilot Project ZI 2022 Ikuti Pendampingan



Surabaya (Ortala) - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur terus berbenah mendorong terwujudnya pembangunan zona integritas di seluruh satuan kerjanya. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur memberikan pendampingan kepada 15 Kankemenag yang menjadi pilot project pembangunan zona integritas tahun 2022. Pendampingan yang dilaksanakan mulai Selasa (23/11) hingga tiga hari kedepan ini dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Nawawi.

Dalam sambutannya, Nawawi menjelaskan bahwa untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) maka satker pengusung ZI harus mengupayakan perubahan pada 6 area, yakni : manajemen perubahan; penataan tatalaksana; penataan sistem manajemen SDM; penguatan akuntabilitas; penguatan pengawasan; dan peningkatan kualitas layanan publik.

Nawawi menambahkan, para satker pengusung ZI sudah melaksanakan sebagian dari 6 area ini,  hanya tinggal menyempurnakan yang belum dilaksanakan.

"Namun seringkali karena ZI belum menjadi mindset bersama, aspek-aspek yang telah dilaksanakan dalam 6 area ini belum terdokumentasikan dengan baik sehingga para satker kesulitan untuk mencari evidence yang dibutuhkan," terang pria asal Pulau Madura ini.

Setidaknya, terdapat 5 kunci keberhasilan dalam membangun zona integritas, yakni: perubahan mindset dan komitmen pimpinan, kemudahan pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi, dan manajemen media.

Nawawi menjelaskan, satker pengusung ZI harus merubah mindset bersama-sama, dan didukung oleh pimpinan satker yang memiliki komitmen penuh. "Karena ZI ini pada hakikatnya adalah proyek bersama. Tanpa pimpinan yang berkomitmen maka mustahil ZI ini bisa terlaksana," ujarnya di Hotel Ibis Styles Surabaya

Kunci kedua, terang Nawawi adalah satker harus berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para stakeholder masing-masing, baik dalam bentuk fasilitas yang lebih baik dan semangat keramahtamahan. Dalam aspek ini kepuasan publik menjadi hal yang paling utama.

Kunci ketiga adalah adanya program yang membuat satker menjadi lebih dekat kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasakan kehadiran satker kementerian agama dalam kehidupan mereka.

Kunci keempat, satker-satker melalui pimpinan masing-masing harus melakukan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa program yang sedang dijalankan tetap sesuai pada jalurnya, serta untuk mendapatkan umpan balik untuk perbaikan-perbaikan yang diperlukan.

Kunci kelima adalah tiap satker harus pandai dalam menyusun strategi  komunikasi dengan publik. Pastikan bahwa setiap inovasi yang telah dilakukan disampaikan ke publik melalui jejaring media yang ada.

Melalui pendampingan yang diberikan oleh Biro Ortala Kemenag RI ini, Kabag TU berharap Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur serta 15 Kankemenag pilot project ZI dapat memenuhi evidence serta kelengkapan menuju terwujudnya WBK dan WBBM.

Adapun 15 Kankemenag kabupaten kota pilot project peserta pendampingan adalah:

  1. Kankemenag Kabupaten Ponorogo
  2. Kankemenag Kota Surabaya
  3. Kankemenag Kabupaten Magetan
  4. Kankemenag Kabupaten Probolinggo
  5. Kankemenag Kabupaten Sampang
  6. Kankemenag Kabupaten Lumajang
  7. Kankemenag Kabupaten Ngawi
  8. Kankemenag Kota Batu
  9. Kankemenag Kabupaten Bangkalan
  10. Kankemenag Kabupaten Blitar
  11. Kankemenag Kota Blitar
  12. Kankemenag Kabupaten Jember
  13. Kankemenag Kabupaten Madiun
  14. Kankemenag Kabupaten Tuban
  15. Kankemenag Kabupaten Gresik (isn)