Pembinaan ASN di Kankemenag Kota Probolinggo, Kakanwil Tegaskan Tak Ada Transaksi Dalam Pengisian Jabatan Sebelum dan Sesudah



Kota Probolinggo (Inmas) -  Dalam pengisian jabatan tidak ada transaksi apapun, baik sebelum dan sesudah menjabat. Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Husnul Maram saat memberikan pembinaan ASN di lingkungan Kankemenag Kota Probolinggo, Selasa (26/10) di aula setempat.

Bila transaksi tersebut dilakukan, jelas Kakanwil dapat mematikan karakter dirinya sendiri.  Karenanya, Maram melarang keras adanya praktek tersebut.

" Kalau hal itu dilakukan, maka dia tidak termasuk kedalam barisan saya. Jadi, silakan keluar dari barisan,” terang Husnul Maram.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai ASN hendaknya berpegang teguh pada filosofi baris-berbaris dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, serta filosofi kereta cepat.

Dalam sebuah barisan,  ujar Kakanwil haruslah mengikuti apa yang menjadi komando komandannya. Bila ada yang tidak mengikuti arahan komandan barisan, maka aturan baris berbaris adalah dikeluarkan dari barisan tersebut.

Sementara filosofi kereta cepat, tandas Kakanwil adalah selalu tepat waktu, baik kjadwal keberangkatan dan kedatangan selalu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Bila ada penumpang yang terlambat datang, maka otomatis ia akan tertinggal kereta cepat. Begitu pula dalam organisasi di Kemenag, tegas Maram hendaklah mengikuti filosofi tersebut.

Maram juga menjelaskan filosofi keterbukaan dalam mengelola organisasi instansi. Terbuka, transparan, tegas Maram bukanlah  terbuka secara menyeluruh, namun ada tempat, waktu dan individu tertentu yang bisa mendapatkan transparansi tersebut.

" Hindari gontok-gontokan, tidak alergi kelompok kepada lain, serta menyelesaikan masalah dengan musyawarah,” lanjut Husnul Maram

Samsur selaku Kepala Kankemenag Kota Probolinggo menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur atas kehadiran dan kesempatan yang diberikan kepada ASN dilingkungan Kankemenag untuk mendapatkan pembinaan serta arahan menuju ASN yang mampu mengejewantahkan lima budaya kerja Kementerian agama, secara ihlas dan penuh syukur.(Rief).

Editor: isn