Dirjen PHU dan UIN SATU Teken MoU Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji



Tulungagung (Bidang PHU) Hilman Latief Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI tanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah antara Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UINSATU) dengan PHU Kemenag RI. 

"Sertifikasi ini merupakan proses penilaian dan pengakuan pemerintah atas kemampuan dan keterampilan seseorang 

untuk melakukan bimbingan manasik haji dan umrah secara profesional," ujar Hilman saat mengisi Kuliah Umum di UIN Tulungagung. Senin (25/10/2021).

Tujuan dari sertifikasi ini beragam. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas, kreativitas, dan integritas pembimbing manasik agar mampu melakukan aktualisasi potensi diri dan tugasnya secara profesional.

"Kita bekerja sama dengan perguruan tinggi dan memang kita berharap perguruan tinggi seperti UINSATU ini bisa menyiapkan petugas haji yang profesional," sambung  Hilman Latief.

Sembilan tahun sudah Ditjen PHU bekerja sama dengan 19 PTKIN yang tersebar di 15 provinsi melaksanakan sertifikasi pembimbing manasik profesional. Ada sekitar 8.522 pembimbing yang telah memperoleh sertifikat dari proses tersebut. Mereka ada dari kelompok ASN Kementerian Agama, Pembimbing Manasik KBIHU, PPIU serta PIHK, akademisi atau masyarakat pemerhati haji.

Dengan usia pelaksanaan sertifikasi pembimbing Manasik kata Hilman, yang sudah hampir masuk 1 dekade, ada beberapa hal yang perlu dicermati dari seluruh penyelenggara sertifikasi diantaranya:

Pertama, kontribusi pembimbing manasik bersertifikat belum terlihat signifikan dalam upaya peningkatan kualitas edukasi dan bimbingan manasik haji dan umrah. Kedua, sebaran jumlah pembimbing manasik yang telah mendapatkan sertifikat dari 19 PTKIN belum merata dan rasionya masih jauh dari ideal jika untuk memenuhi kebutuhan pembimbing manasik yang diperlukan;

Ketiga, perlunya dipikirkan untuk memformulasi sertifikasi atau pelatihan teknis calon Ketua Kloter, petugas pelayanan haji di Arab Saudi seperti pengawas katering, pengawas akomodasi dan tenda jemaah, serta pengawas transportasi. Kepada mereka diberikan skill dan kemampuan khusus yang terkait bidang kerja dan layanannya. Dan keempat, perlunya upgrade sertifikat pembimbing manasik yang diterbitkan penyelenggara sertifikasi saat ini menjadi sertifikat profesi yang diakui secara nasional bahkan Internasional.

Menurut Hilman, Semua upaya dilakukan dalam rangka memperkuat posisi pembimbing manasik bersertifikat serta meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji dan umrah yang akan dilakukan baik oleh PPIU, PIHK maupun KBIHU. “Hasil akhir yang ingin dicapai terwujudnya jemaah haji yang memahami manasik haji sesuai dengan ketentuan fiqih manasik, jamaah haji mandiri serta jamaah yang memiliki ketahanan,“ imbuh hilman.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut mengajak kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan haji untuk berikhtiar dan berdoa agar pelaksanaan ibadah umrah dan haji dapat menemukan titik terang.

Turut hadir Direktur Bina Haji Khoirizi, Rektor UIN SATU Tulungagung Maftukhin, Kepala Bidang  Kasubdit Bimbingan Jemaah Arsyad Hidayat, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Moh Nurul Huda. (Sol)