Koordinasi Awal, Kakanwil Rapatkan Barisan Jajarannya



Sidoarjo (Humas) - Sebagai langkah awal di masa kepemimpinannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Husnul Maram merapatkan barisannya. Kakanwil yang dilantik Menteri Agama RI, Gus Yaqut pada Jum'at (8/10) lalu ini menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. 

Pada kesempatan tersebut, Maram menyampaikan pentingnya menjalin kekompakan dan kebersamaan diantara seluruh elemen organisasi. Apalagi, tandas Maram, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur memiliki satuan kerja yang sangat banyak.

Mengutip pada apa yang pernah disampaikan oleh Menag, ia menganalogikan organisasi ini seperti halnya dalam sebuah regu baris berbaris. Dalam sebuah tim ini, terang Kakanwil harus mematuhi arahan ketua timnya.

"Ketika ketua regu bilang jalan, maka seluruh anggota regu harus berjalan. Berhenti pun juga harus berhenti, agar barisan bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Dalam mengelola organisasi yang sangat besar ini, jelas Kakanwil diperlukan adanya keterbukaan dan transparansi.

" Transparan tidak berarti harus dibuka secara keseluruhan. Seperti tubuh manusia, ada yang namanya aurot. Ada tempat dan orang tertentu yang bisa diperlihatkan aurotnya," urainya.

Jadi, terang suami Zulfatul Mufidah, ada sesuatu dalam organisasi yang tidak dapat dipublish. Namun dalam pengelolaan secara keseluruhan haruslah dengan transparan.

Maram menambahkan, perdebatan dan perbedaan pendapat itu merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, tegasnya hal tersebut hasil dilakukan dengan jalan musyawarah agar bisa mendapatkan titik temu yang terbaik.

"Hindari perpecahan, hindari perdebatan terus menerus yang tiada ujungnya. Hormati dan hargai dan seluruh jajaran kita," pesannya pada Kabag TU, Kepala bidang, Pembimas, Kepala Kankemenag Kabupaten Kota se-Jawa Timur, Kepala UPT Asrama Haji Surabaya serta BDK Surabaya.

Karenanya, ia mengajak seluruh jajarannya untuk memperhatikan kaidah sosial yang telah ada. Apa telah ada dan merupakan hal yang baik, maka perlu dipertahankan, serta merespon masukan yang membangun demi kebaikan organisasi.

"Insyaalloh, organisasi akan menjadi baik, menjadi organisasi yang guyup, rukun, kompak dan harmonis," harapnya. (Isn)