Sengketa Wakaf di Candipuro Selesai dengan Mufakat



Lumajang- Kamis (7/10), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Candipuro menjadi saksi penyelesaian sengketa wakaf yang terjadi di Desa Jarit Kecamatan Candipuro. Hidayatulloh, selaku Penyelenggara Zawa menyampaikan bahwa hal ini bermula ketika salah satu warga dusun Bulak Klakah Desa Jarit melaporkan bahwa ada salah satu bidang tanah wakaf di kampungnya yang menjadi objek tukar guling dengan sebidang tanah lain.

"Walaupun pertukaran tersebut sejatinya diperbolehkan oleh Undang-undang, namun prosesnya sangatlah rumit dan lama, karena harus melibatkan banyak pihak dan memerlukan persetujuan dari Menteri Agama", ujarnya.

Kepala KUA Kecamatan Candipuro Rizkuha mengatakan, "Menurut regulasi atau aturan yang ada disebutkan bahwa penyelesaian sengketa perwakafan ditempuh melalui musyawarah untuk mencapai mufakat, dan apabila penyelesaian sengketa tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah maka dapat diselesaikan melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan".

Musyawarah yang digagas oleh Penyelenggara Zawa dan Kepala KUA Candipuro tersebut turut menghadirkan beberapa pihak yang terkait, diantaranya pihak pelapor, nadzir dan tokoh masyarakat setempat. Ustadz Baidhowi selaku nadzir tanah wakaf menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya aturan yang mengatur tukar guling tanah wakaf, karena selama ini tidak ada sosialisasi. Dan tanah penukar dianggapnya lebih luas dan strategis sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bangunan Madin (Madrasah Diniyah).

Di akhir musyawarah disepakati bahwa pihak-pihak terkait khususnya nadzir, pengurus dan warga sekitar sudah mufakat untuk mengakhiri permasalahan yang selama ini terjadi, termasuk akan segera melakukan pengajuan Sertifikat Tanah Wakaf ke BPN untuk mencegah sengketa di kemudian hari. (AJ/IR)

 

Editor: lai