Pembinaan PPIU Jatim, Direktur Bina UHK Minta Jemaah Umroh Sudah Vaksin



Sidoarjo (PHU)  - Untuk meningkatkan  peningkatan kinerja  Penyelenggara  Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di Jawa Timur, Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menggelar pembinaan di Hotel Premierr Inn Sidoarjo, Kamis (23/9). Pembinaan anghkatan kedua yang diikuti oleh 50 PPIU di Jawa Timur ini dibuka oleh Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Ditjen PHU Kemenag RI, Nur Arifin.

Dalam sambutannya, Nur Arifin meminta PPIU untuk bersabar menghadapi pandemi Covid-19 yang menyebabkan usaha mereka pun turut terhenti untuk sementara.

Nur Arifin mengatakan, Pemerintah terus mengupayakan cara agar jemaah umroh Indonesia diizinkan Pemerintah Arab Saudi untuk bisa melaksanakan ibadah umroh.  “Saya memahami psikologis pimpinan PPIU dan masyarakat muslim yang sudah gelisah menunggu kepastian umrah oleh Arab Saudi. Pemerintah terus berjuang baik diplomasi maupun upaya lainnya agar kita dapat segera diizinkan masuk Arab Saudi untuk umrah,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta agar PPIU turut membantu pemerintah menyiapkan kesehatan jemaahnya yang masuk daftar umrah tunda sejak Februari 2020. PPIU diminta menginformasikan agar para Jemaah telah melaksanakan vaksin.

“Vaksin lengkap merupakan persyaratan Arab Saudi. Oleh karena itu kami juga meminta agar PPIU memastikan seluruh jemaahnya telah divaksin lengkap,” ujar Nur Arifin.

Terkait dengan kebijakan booster oleh Arab Saudi, Nur Arifin menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasinya. Dia menjelaskan bahwa persediaan vaksin booster dari jenis Pfizer, Moderna, Astra Zeneca, dan Johnson n’ Johnson jumlahnya masih terbatas.

“Booster sedang disiapkan regulasinya oleh Kementerian Kesehatan karena seperti yang diketahui bersama bahwa saat ini stok sedang difokuskan untuk tenaga kesehatan. Namu demikian masyarakat tidak perlu khawatir karena Kemenkes juga akan megatur skema vaksin booster untuk Jemaah haji dan umrah,” terangnya.

Sedangkan khusus untuk persiapan sertifikat vaksin baik vaksin covid maupun vaksin booster, Nura Arifin menjelaskan bahwa hari ini (Kamis, 23/09/2021) dilakukan pembahasan khusus. Rapat dilaksanakan antara Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan,  dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

“Hari ini kami rapat khusus membahas sertifikat vaksin. Sertifikat yang diterbitkan harus dapat terbaca oleh sistem Arab Saudi melalui QR Code,” tandasnya.

Pada kegiatan pembinaan PPIU tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Badan Koodinasi dan Penanaman Modal (BKPM), dan Lembaga Sertifikasi Umrah dan Haji Khusus atau biasa disebut dengan LS UHK. Materi yang disampaikan diantaranya Kebijakan Umrah dan Haji Khusus, Standar Pelayanan PPIU, Teknis Perizinan PPIU, dan Akreditasi PPIU. (isn)