Silaturahmi Hijau Menuju Green School



 

Kab. Magetan (MIN 16) - Lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau dan asri adalah dambaan bagi setiap Madrasah. Karena tempat yang nyaman meningkatkan semangat belajar siswa serta prestasi siswa. Dengan adanya lingkungan yang nyaman warga madrasah kerasan  untuk tetap  berlama- lama berada di madrasah. Untuk belajar dan mengukir prestasi,  madrasah perlu lingkungan yang bersih, sehat, hijau dan asri sehingga  belajar menjadi tenang, senang dan nyaman.  Hal tersebut menjadikan tekad MIN 16 Magetan untuk berubah menjadi madrasah yang hijau (go green school).

Untuk menjadi madrasah yang hijau dan nyaman tentunya perlu proses yang tak mudah,dan waktu yang panjang. Diperlukan  kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari seluruh komponen madrasah. Harus ada kekompakan oleh seluruh warga madrasah dan budget yang tidak murah. Karena berubah tidak bisa sendiri perlu adanya t im dan pendukung agar terlaksana. Agar terwujudnya perubahan tersebut salah satunya MIN 16 Magetan mengadakan silaturahmi ke Madrasah yang sudah menyandang Madrasah Adiwiyata Provinsi yaitu MIN 15 Magetan.

 

 Pada Sabtu (04/9/2021) MIN 16 Magetan mengadakan silaturrohmi untuk memupuk semangat dan kekompakan guru-guru MIN 16 Magetan. Melihat green school MIN 15 Magetan diharapkan adanya greget untuk menuju perubahan bersama sama. Dengan belajar kita termotivasi dan ada kemauan untuk berubah. Di sana kita disambut sangat antusias oleh Ibu Sekar Melati selaku Kepala Madrasah dan tim menyambut dengan penuh suka cita dan tangan terbuka. Setelah sambutan kami langsung tanya jawab dengan bapak ibu yang memegang Pokja Adiwiyata di MIN 15 Magetan dari proses awal  menuju proses Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi.

 

Dalam kunjungan silaturrohmi tersebut  kami diajak untuk berkeliling seperti melihat lihat penataan taman, pemanfaatan air bekas wudhu menuju kolam ikan, kebersihan drainase, tempat penyemaian tanaman, perawatan tanaman yang sakit, tempat penangkaran burung. Juga melihat salah satu  sudut untuk tanaman toga (tanaman obat keluarga) diantaranya ada jahe,  kunyi,  kencur, daun sirih, daun seray dan banyak sekali tanaman lidah buaya. Sebagai bahan baku minuman khas unggulan,  MIN 15 Magetan mempunyai wirausaha minuman yang berasal dari lidah buaya.

 

Di MIN 15 Magetan Kantor Guru berdekatan dengan kelas siswa. Dengan berdekatan dengan kelas, diharapkan Bapak Ibu Guru selalu tanggap dan sigap memantau keberadaan siswa ketika berada di madrasah serta  apabila ada siswa yang membutuhkan saat waktu luang atau Istirahat mudah untuk menemuinya.

Setelah kami berkeliling Sekar Melati selaku Kepala Madrasah di penghujung siang mengajak kami menikmati jamuan makan siang ala Madrasah Adiwiyata. Waktu jamuan makan siang beliau ibu Sekar Melati menceritakan tahap demi tahap terwujudnya sekolah Adiwiyata di MIN 15 Magetan.(moen)

ed:ev