Eksistensi PBKK dalam Inovasi Madrasah



 

Kab. Pasuruan (MTsN 6 Pas/Inmas) - MTsN 6 Pasuruan mengepakkan sayap inovasi di tahun pelajaran 2021/2022, salah satunya adalah dengan program percepatan baca kitab kuning, program yang menggandeng pihak luar ini dilaksanakan 5 kali dalam seminggu tatap muka, dan pertatap muka berdurasi 40 menit.

 

 

Ketua tim inovasi kelas tahfidz, Abdul Mukhit menjelaskan bahwa normalnya secara umum program baca kitab kuning ini membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun untuk proses pembelajarannya, namun dengan inovasi baca kitab kuning ini, di MTsN 6 Pasuruan di tempuh hanya 2 semester atau satu tahun.

 

 

Terkait target waktu yang dipersingkat telah diadakan ujian Al-Miftah jilid 1 (sebagai upaya evaluasi untuk mengukur kemampuan santri) oleh pengampu di bidang ini, yakni Ustadz dari Ponpes Sidogiri.

 

 

Bertempat di Aula MTsN 6 Pasuruan, program ujian PBKK (Percepatan Baca Kitab Kuning) yang berlangsung kurang lebih satu setengah jam ini dihadiri 20 santri, 2 guru pendamping, 2 penguji dan sebagian wali santri, Sabtu (11/09/21). Dari 20 siswa yang mengikuti ujian PBKK tercatat 4 santri yang mendapat nilai rata-rata.

 

 

Tindak lanjut yang dilakukan oleh tim PBKK adalah dengan memberikan tambahan jam pembinaan khusus kepada 4 santri tersebut di luar jam KBM normal. "Dengan harapan dalam kurun waktu yang ditentukan siswa yang dimaksud bisa menyeimbangkan kemampuan dengan teman lain yang sudah melampaui target," terang Mukhit.

 

 

 

Hadir dalam prosesi ujian Al-Miftah jilid 1, salah satunya adalah sebagian wali santri yang ingin menyaksikan momen mendebarkan uji kemampuan skil baca kitab putra-putri mereka dalam testimoninya mereka mengapresiasi program PBKK yang dilaksanakan di MTsN 6 Pasuruan. Pancaran kebanggaan dan keharuan nyata tercetak dalam netra wali santri.

 

 

Ungkapan syukur dan terima kasih tersampaikan kepada jajaran MTsN 6 Pasuruan karena telah membuka program Inovasi kelas PBKK. Harapannya dengan ilmu yang dipelajari saat ini bisa memperkuat imun, keimanan santri dalam menghadapi tantangan zaman.

 

 

Kepala Madrasah, Firmansyah mengapresiasi kerja sama antara wali santri dengan lembaga. Kemandirian dalam finansial kelas PBKK menjadi bukti konkrit kepedulian pengembangan program inovasi. (noor/emen)

 ed:ev