Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Saling Support Majukan Madrasah Diniyah



Surabaya (PD Pontren) - Senin (7/6), Pelatihan Inovasi Madrasah Diniyah II dilaksanakan di Grand Darmo, Kota Surabaya. Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang yang dilaksanakan pada tanggal 7 s.d. 12 Juni 2021 ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait pembaharuan dan percepatan inovasi madrasah diniyah di wilayah kerja.

Penanggungjawab kegiatan, Padia Oktaviadi  mengatakan, sebelum menciptakan suatu inovasi pada madrasah diniyah, haruslah segala perangkat yang terlibat pada madrasah diniyah diberikan pelatihan yang dapat menunjang pada kualitas pembelajarannya ataupun program lainnya.

"Apalagi pada perkembangan teknologi saat ini merupakan suatu keniscayaan menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat bekerja dengan maksimal,” ucapnya.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nurul Huda sangat mengapresiasi pelatihan inovasi madrasah diniyah ini dan pelatihan ini diharapkan menjadi suatu terobosan awal yang baik.

“Madrasah Diniyah harus professional dan segera melakukan inovasi untuk kemajuan yang lebih baik, jangan terlihat mati suri karena adanya pandemi covid 19 dimana pelaksanaan ibadah dan aktivitas kegiatan keagamaan yang belum bisa berjalan dengan normal kembali,” paparnya

Lanjutnya, Pusdiklat teknis Kementerian Agama dalam tugas dan fungsinya selalu berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama saat ini dalam pelatihan inovasi madrasah diniyah di Indonesia, tak luput juga peran penting Kanwil Kementerian Agama dalam membina madrasah diniyah, termasuk adanya upaya pemprov setempat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya memberikan beasiswa Pendidikan bagi guru madrasah diniyah di Jawa Timur.

Hal ini tentu sangat penting memberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademik bagi para pendidik di madrasah diniyah, karena akan sangat berpengaruh pada output pembentukan karakter santri. Ada juga hal yang harus diperhatikan diantaranya kesejahteraan yang harus merata untuk tenaga pendidik, keunggulan program pembelajaran prioritas serta sarana dan prasarana yang menunjang di masing-masing madrasah diniyah,  tentunya harus pula diikuti oleh akhlakul karimah.

Pelatihan ini diikuti oleh 6 (enam) Madrasah Diniyah Formal (MDF) yang masih dalam taraf pengembangan, peserta terdiri dari unsur pengawas, guru dan pengurus madrasah diniyah  pada Provinsi Jawa Timur. (Padia)

Editor: isn