Mohammad Saleh, Nahkoda Baru APRI Cabang Situbondo



Kab. Situbondo (inmas) - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur resmi mengukuhkan Mohammad Saleh sebagai Ketua Cabang APRI periode 2021 – 2025 di Pendopo Graha Amukti Praja Situbondo, hari ini (08/04).

Pengukuhan tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Provinsi Jawa Timur, nomor 32/SK.PW/IV/2021 tentang pengesahan susunan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Kabupaten Situbondo masa bakti Tahun 2021-2025.

Pembina APRI Provinsi Jawa Timur Amanullah berharap, pengurus APRI Cabang Situbondo yang baru dilantik bisa amanah dalam melaksanakan tugas. Serta mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kami ingin kehadiran anggota APRI Situbondo mendukung pemerintah daerah. Khususnya dalam menekan angka stunting serta kematian ibu dan anak di Kota Santri," kata Amanullah.

“Kita terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak menikah di usia muda. Karena sangat beresiko  terhadap kesehatan istrinya saat melahirkan,” ujarnya.

Amanullah mengungkapkan, APRI Situbondo telah menyiapkan 140 penyuluh agama yang siap turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya menikah di usia muda.

“Ada seratusan anggota kami yang siap membantu pemerintahan Bung Karna. Mereka tersebar di 17 Kecamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengapresiasi langkah APRI Situbondo yang siap membantu program pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan kemetian ibu atau bayi. Mantan kadis PUPR Bondowoso ini meminta kerjasama tersebut segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Mari kita wujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” jelasnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini berharap APRI Situbondo juga bisa mengendalikan jumlah kenaikan penduduk. Sehingga program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan dengan baik.

“Angka pertumbuhan penduduk kita 1,9. Itu artinya, dalam satu keluarga belum tentu memiliki 2 anak. Untuk itu mari kita jaga supaya bisa bertahan atau bahkan bisa diturunkan,” pungkasnya. (DenAnom)

Ed:ev