Hadiri Penutupan Imlek 2572 Kongzili Cap Go Me, Sekjen Kemenag RI Pesankan Hal Ini



Tuban (Kub) - Pagi ini, Minggu (28/2)  Sekretaris Jendral Kemenag RI, Nizar Ali menghadiri doa bersama penutupan Imlek 2572 Kongzili Cap Go Me di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Kehadiran Sekjen Kemenag RI di klenteng terbesar se-Asia Tenggara ini juga didampingi Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Ahmad Zayadi @ahmad_zayadi70 , Kepala Pusat Pembimbing dan Pendidikan Konghucu, Dirjen Bimas Budha @ditjenbimasbuddha , serta Plh. Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Nizar Ali berpesan agar Tri Darma yang ada di TITD ini dijaga dan dilestarikan, saling bahu membahu dan tepo seliro karena TITD ini khas, unik, dan istimewa.

 “Karena satu rumah ibadat dipakai oleh tiga Agama yaitu Khonghucu, Budha dan Agama Tao. Ini sangat khas, unik, istimewa, satu-satunya yang di dunia dan akherat,” ujarnya sambil berkelakar.

Untuk itu, Sekjen menegaskan pentingnya menerapkan moderasi beragama. Ada 4 indikator dari penerapan moderasi beragama.

Pertama komitmen kebangsaan yang selalu mengacu pada konstitusi, kedua toleransi sesama umat beragama, ketiga anti kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan dan yang keempat menerima tradisi yang sudah ada.

“Karena agama bukan aspirasi tapi agama adalah sebagai inspirasi,” tandas Sekjen.

Ia menambahkan, jika ada yang tidak menerima tradisi imlek maka bukan termasuk orang yang moderat tetapi bagian dari radikal.

“Agar menjadi lebih baik maka memelihara tradisi yang sudah ada dan menciptakan tradisi yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Ahmas Zayadi menuturkan harapannya agar dengan kehadiran Sekjen Kemenag RI ke TITD ini semakin memperkuat semangat kerukunan dan kedamaian di antara para pemeluk agama di Tuban pada umumnya, dan khususnya juga pada Klenteng TITD Kwan Sing Bio, yang selain digunakan oleh pemeluk agama Khonghucu, juga digunakan oleh pemeluk agama Buddha dan agama Tao.

Tuban (Kub) - Pagi ini, Minggu (28/2)  Sekretaris Jendral Kemenag RI, Nizar Ali menghadiri doa bersama penutupan Imlek 2572 Kongzili Cap Go Me di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Kehadiran Sekjen Kemenag RI di klenteng terbesar se-Asia Tenggara ini juga didampingi Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Ahmad Zayadi @ahmad_zayadi70 , Kepala Pusat Pembimbing dan Pendidikan Konghucu, Dirjen Bimas Budha @ditjenbimasbuddha , serta Plh. Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Nizar Ali berpesan agar Tri Darma yang ada di TITD ini dijaga dan dilestarikan, saling bahu membahu dan tepo seliro karena TITD ini khas, unik, dan istimewa.

 “Karena satu rumah ibadat dipakai oleh tiga Agama yaitu Khonghucu, Budha dan Agama Tao. Ini sangat khas, unik, istimewa, satu-satunya yang di dunia dan akherat,” ujarnya sambil berkelakar.

Untuk itu, Sekjen menegaskan pentingnya menerapkan moderasi beragama. Ada 4 indikator dari penerapan moderasi beragama.

Pertama komitmen kebangsaan yang selalu mengacu pada konstitusi, kedua toleransi sesama umat beragama, ketiga anti kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan dan yang keempat menerima tradisi yang sudah ada.

“Karena agama bukan aspirasi tapi agama adalah sebagai inspirasi,” tandas Sekjen.

Ia menambahkan, jika ada yang tidak menerima tradisi imlek maka bukan termasuk orang yang moderat tetapi bagian dari radikal.

“Agar menjadi lebih baik maka memelihara tradisi yang sudah ada dan menciptakan tradisi yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Ahmas Zayadi menuturkan harapannya agar dengan kehadiran Sekjen Kemenag RI ke TITD ini semakin memperkuat semangat kerukunan dan kedamaian di antara para pemeluk agama di Tuban pada umumnya, dan khususnya juga pada Klenteng TITD Kwan Sing Bio, yang selain digunakan oleh pemeluk agama Khonghucu, juga digunakan oleh pemeluk agama Buddha dan agama Tao.

Mengutip tema perayaan Imlek pada tahun ini, “Bahaya dari Ujian Thian Bisa Diatasi, Tapi Bahaya yang Dibuat Sendiri seperti Kebodohan dan Kecerobohan Sulit Diatasi”, Kakanwil menjelaskan bahwa tema ini mengingatkan kita sebagai warga Indonesia untuk bersama-sama saling bekerja sama untuk melalui cobaan yang saat ini tengah melanda dunia berupa pandemi Covid 19.

 “ Di sisi yang lain, tema ini juga menjadi pengingat bagi kita semua,  bahwa mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk menjalani hidup dengan rukun dan penuh cinta kasih terhadap sesama manusia,” ujarnya. (isn)