Semarak Hari Bumi di MAN 1 Magetan



Semarak Hari Bumi di MAN 1 Magetan

Kabupaten Magetan (Inmas) - Selepas pelaksanaan UNBK bagi siswa-siswi kelas XII, Kamis (11/04) IWP (OSIM) MAN 1 Magetan miliki beberapa agenda rutin tahunan yang cukup padat di bulan April ini. Diantaranya peringatan Hari Bumi dan Hari Kartini, HUT PMR yang sedianya diperingati bulan Maret lalu. 

Sehubungan dengan padatnya agenda yang ada di madrasah, maka peringatan hari Bumi digabung dengan Final Pemilihan Duta Kesehatan Remaja MAN I Magetan sekaligus lomba Fashion Recycle yang menuntut Kreatifitas masing-masing kelas untuk menyulap barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berkelas. 

Seperti biasa, Pemilihan Duta Kesehatan Remaja MAN 1 melalui beberapa tahapan yang menuntut pengetahuan yang memadai tentang kesehatan untuk dapat tampil di final dan kelak terpilih sebagai pemenang dan berhak menjadi Duta Kesehatan Madrasah. 

Uji materi wawasan tentang kesehatan dilakukan pada satu minggu sebelum pelaksanaan babak final dengan mengikutsertakan masing-masing kelas pada tahap seleksi ini. Dra. Purwaningsih selaku pembina UKS dan Rudy Sulistiyohari selaku pembina PMR memandu tiap tahapan lomba agar pelaksanaan pemilihan Duta Kesehatan berjalan dengan baik. 

Kamis, 11 April 2019, pukul 08.00 WIB tepat dimulailah acara babak final yang berlangsung cukup seru dengan enam finalis yang mempresentasikan materi tentang kesehatan di depan semua siswa dan di depan dewan juri yang mendatangkan pihak petugas kesehatan Kecamatan Takeran. 

Mereka yang berhak tampil pada babak final adalah : Finalis Duta Kesehatan Remaja MAN 1 Magetan Tahun 2019 adalah : 1). Achmad Muhammad ; X MIPA 5, 2). Andri Anggun Hermawan ; X IIK 3). Joni Gunawan : X MIPA 1, 4.Nurlita Ayu Anggraeni ; MIPA 5). An Nisa Nur Latifah  : X MIPA 1, 6). Ayuati Intan S : X MIPA 

Dengan menggunakan media laptop melalui program power-point dengan slide slide yang menarik para finalis memaparkan materi tentang kesehatan serta tips hidup sehat dengan menjauhkan diri dari bahaya merokok. Sejurus kemudian masing-masing juri mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi. 

Jam 11 tepat acara final Duta Kesehatan Remaja MAN 1 Magetan selesai dan Andri Anggun dinobatkan sebagai juara pada ajang ini dan dinobatkan sebagai Duta Kesehatan Remaja Putra MAN 1 Magetan, sedang Nurlits Ayu A, sebagai Duta Kesehatan Putri yang keduanya berhak mendapatkan trophy dan uang pembinaan sebagai hadiah. 

Selepas Dhuhur, seluruh siswa kembali ke aula untuk menyaksikan lomba Fashion Recycle yang menampilkan Kreasi mereka dalam bidang Fashion dengan menggunakan bahan limbah tak terpakai yang disulap menjadi sesuatu yang bernilai seni dan ekonomi tinggi. 

Ada peningkatan yang cukup mencolok pada tahun ini dibandingkan dengan Kreatifitas siswa-siswi pada tahun lalu. Sebagai madrasah penyelenggara Program ketrampilan yang sudah berjalan satu tahun dengan Tata Busana sebagai salah satu program yang ada sangat memberi warna dan nuansa tersendiri bagi desain Fashion yang mereka kreasikan juga sisi kerapian dalam merajut apa yang mereka desain. 

Banyak warna, corak, model yang membuat takjub para juri dan dewan guru saat masing-masing kelas menampilkan Kreasi mereka dalam bidang Fashion. Berjalan diatas catwalk diiringi lagu yang disiapkan sedemikian rupa bak pameran fashion di event bergengsi. Ada yang mengenakan pakaian pengantin ‘ala Eropa, ada yang mengenakan baju cow-boy lengkap dengan pistolnya, ada pula yang mendesain pakaian musim dingin, serta yang mendesain baju Kimono khas Jepang dengan sedikit modifikasi. Dan tak ada yang mengira bahwa apa yang oleh para model kenakan adalah barang-barang bekas berupa : koran, plastik, karung goni dan lain-lain. 

Dewan juri yang dipimpin oleh Nur Ihyak merasa kesulitan menentukan pemenang karena Kreasi mereka hampir merata sama bagusnya. Dengan berbagai kriteria yang telah ditentukan akhirnya para juri menobatkan Juara Terbaik Fashion Ricycle tahun 2019 : X MIPA 1 atas nama Rico Pradana dan Risky Dwi Rahmawati, Sedang juara Terfavorit Fashion Ricycle : X MIPA 5 atas nama Muhammad Rizal Prayogo dan Risa Khusnul Khotimah. 

Siswa-siswi Madrasah ternyata tidak kalah dengan sekolah SMK dengan program keterampilan tata busana yang diajarkan. Kreatifitas mereka benar-benar tanpa batas saat diberikan ruang yang cukup.

Editor : Sah