Kumpulkan Uang di Almari, Pemulung Ini Naik Haji



Kumpulkan Uang di Almari, Pemulung Ini Naik Haji

Surabaya (PHU) - Keinginan Miskat (70 tahun) untuk berangkat ke tanah suci kini terwujud. Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 38 asal Kabupaten Probolinggo ini memiliki cita cita berhaji sejak muda.

Setiap hari, Miskat mencari nafkah dengan mencari kardus, botol serta barang barang bekas lain. Berbekal ronjot dan sepeda tuanya, pemulung ini berkeliling lima desa dari pagi hingga sore. Tak menentu uang yang ia dapatkan. Terkadang  hanya lima belas ribu hingga.tiga puluh ribu uang yang ia dapatkan dari hasil memulung.

 Untuk makan sehari hari, duda cerai dua anak ini menyisihkan uang sepuluh ribu rupiah.

 "saya makan di warung. sekali makan lima ribu, sehari dua kali," tutur Miskat.

Untuk mewujudkan cita citanya menuju baitulloh, Miskat mengumpulkan uang di lemarinya. Miskat menuturkan, ia menabung sedikit demi sedikit sisa uangnya. 

"ya lama nabungnya, kalau punya uang, kan buat makan. kadang tiga ribu, lima ribu, "ujarnya.

Ketika terkumpul uang 3 juta rupiah pertengahan 2010, Miskat datang ke H. Saiful menyampaikan keinginannya untuk berhaji. Uang lusuh sejumlah tiga juta rupiah itu, Miskat ikat dengan karet. 

Pemilik salah satu KBIH di Probolinggo itu lantas mengantar Miskat mendaftar haji dana talangan dengan jaminan pemilik KBIH.

Hinga mendekati satu tahun jatuh tempo pelunasan talangan, Miskat belum bisa melunasi. Saiful menuturkan, dana talangan dapat dilunasi Miskat hingga 3 tahun.

Empat bulan menjelang keberangkatan, Miskat mulai sakit sesak. Ia tak dapat melakukan aktifitasnya sebagai pemulung. Namun ia tetap semangat pergi haji untuk bisa bertemu dengan rumah Alloh dan makam Rosululloh. (isn)