Semarak Peringatan Hari Sumpah Pemuda Di MAN Takeran



Semarak Peringatan Hari Sumpah Pemuda  Di MAN Takeran

Magetan (MAN Takeran) -  Sabtu, (28/10). Setelah memperingati HSN pada 22 Oktober lalu dengan upacara dan istighatsah, pada hari ini Sabtu 28 Oktober MAN Takeran memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan serangkaian kegiatan yang diadakan oleh IWP (OSIS) PSM MAN Takeran.

Seperti pada tahun tahun sebelumnya bulan Oktober dijadikan sebagai bulan bahasa di MAN Takeran dengan mewajibkan bagi seluruh siswa-siswi untuk menggunakan bahasa nasional Indonesia selama satu bulan penuh. Hal tersebut sebagai wujud apresiasi kepada para pemuda yang di tahun 1928 mengadakan sumpah bersama yang dikenal dengan sumpah pemuda. Salah satu sumpah menyatakan bahwa mereka berbahasa satu bahasa Indonesia. Selain itu juga merupakan wujud nyata nasionalisme kita sebagai warga negara.

Peringatan Sumpah Pemuda pada tahun ini digelar dengan mengadakan lomba musikalisasi puisi, lomba karikatur dan membuat cerpen,  kemudian ditutup dengan seminar kepemudaan.

Lomba musikalisasi puisi diikuti oleh masing-masing kelas X dan kelas XI yang setelah melalui babak penyisihan, menghasilkan enam finalis dan berhak tampil pada puncak peringatan Hari sumpah pemuda Sabtu, 28 Oktober.

Basuki Rachmat selaku kepala madrasah membuka acara pada pukul 07.30,dan selesai pada pukul 10.00 WIB. Semua peserta tampil memukau sehingga juri merasa kesulitan menentukan juaranya.  Setelah beberapa saat diumumkan para juara sebagai berikut : Juara 1 XI Mia 3, Juara 2 XI Mia 1, Juara 3 XI II.

Tak hanya itu saja, sehari sebelumnya pihak panitia dari IWP memprogramkan agar guru yang ikut ambil bagian dalam pembacaan puisi pada acara tersebut. Nama nama guru diundi dan keluar 3 pasang dari unsur bapak /ibu guru yang membawakan puisi yang telah disiapkan oleh panitia. Mereka adalah Aziz Edy Siswanto vt Umi Windarwati,  M. Sujud Mizanul Q vt Dwi Handayani,  dan Sarman Suyatno (Waka Sarpras) vt Puji Winarti.

Suasana tambah meriah saat para guru tampil dalam membacakan puisi, apalagi saat pak Aziz (Guru Matematika) veat Umi Winndarwati (Guru Mapel Kimia), sebab pak Aziz mengiringi puisi yang dibacakan oleh bu Umi dengan alunan gitar akustik yang dimainkan oleh guru matematika tersebut.

Setelah pengumuman para juara lomba acara dilanjutkan dengan seminar kepemudaan dengan nara sumber Erfan Nuryadi, dengan tema "Eksplorasi Citra Pemuda Harapan Masa Depan.

 Siswa-siswi begitu antusias mendengar ulasan Pemateri dan tidak sedikit dari mereka mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemateri tentang hal terkait yang disampaikan.

Basuki Rachmat memberi apresiasi setinggi tingginya kepada para pengurus IWP  dengan digelarnya acara tersebut. Meskipun pihak pemerintah tidak menginstruksikan peringatan sumpah pemuda di masing-masing madrasah/sekolah, namun kesadaran berbangsa siswa-siswi MAN Takeran sedemikian tinggi. "Ini adalah wujud nyata Nasionalisme yang kita miliki sekaligus  wujud nyata kreatifitas kita sebagai generasi muda harapan bangsa" ucapnya saat membuka acara tersebut. Dan berharap agar setiap siswa-siswi MAN Takeran menjadi garda terdepan dalam kehidupan berbangsa dengan terus mengukir prestasi dan selalu kreatif untuk bisa survive ",tambahnya. (man)