MAN Takeran Raih Juara I Lomba Penyuluhan Kenakalan Remaja



MAN Takeran Raih Juara I Lomba Penyuluhan Kenakalan Remaja

Kab. Magetan (MAN Takeran) -  Kamis (14/9) Nanda Dwi Yuliana Siswi kelas XII MIA 1, MAN Takeran Kabupaten Magetan berhasil menjadi juara I lomba saat dipercaya oleh pihak kecamatan Takeran untuk mengikuti lomba Penyuluhan tentang Pencegahan Kenakalan Remaja bagi Generasi Bangsa Kabupaten Magetan.
Lomba ini diadakan oleh team penggerak PKK Kabupaten Magetan bagi seluruh pelajar SMA /SMK/MA sederajat se Kabupaten Magetan.

Lomba yang sedianya digelar pada bulan Mei kemarin ( saat Nanda masih duduk di kelas XI) sempat mengalami penundaan karena kendala teknis, dan baru bulan September ini dapat dilaksanakan.
Sebelumnya, Nanda yang pada bulan Agustus lalu baru pulang dari Jakarta karena keikutsertaannya dalam Raimuna Nasional sempat kaget saat diberitahu tentang pelaksanaan lomba. Sebab ia berpikir bahwa lomba Penyuluhan tersebut pasti tidak jadi dilaksanakan.

Lima hari mempersiapkan materi yang dibutuhkan untuk tampil, juga dengan membuat media berbahan kertas dan photo photo tentang narkoba dan akibat Kenakalan Remaja yang ditempel, ternyata Nanda tampil sangat percaya diri dan meyakinkan saat lomba di Gedung PGRI Kabupaten Magetan tersebut.
Mendapat nomor urut tampil ke 25 dari 39 peserta dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Magetan, Juri yang terdiri dari unsur kepolisian,  dokter, dan tokoh masyarakat dibuat  terkesima dan kagum dengan penampilan dara mungil tersebut.

Saat diumumkan pemenang lomba tersebut, bahwa nomor urut tampil 25 sebagai juara 1 dengan perolehan nilai jauh melampaui peserta lain yang menjadi juara 2 dan 3.
Saat dinyatakan sebagai juara pertama Lomba Penyuluhan tentang Pencegahan Kenakalan Remaja dan berhak atas trophy, piagam dan uang pembinaan dari panitia penyelenggara, sesaat terdengar "Alhamdulillah", demikian Teriak Nanda saat itu.

Saat pihak Juri menanyakan bagaimana begitu mudah menyampaikan materi tentang segala hal terkait dengan Kenakalan Remaja, Nanda menjawab bahwa itu berkat keikutsertaannya dalam PIQ dan Kegiatan Kerohanian di Madrasah yang setiap minggunya sering mendiskusikan masalah seputar remaja tersebut.
"Pantas" Kata pak Polisi yang juga salah satu juri tersebut.  (Azzams)


Editor : hans/isn