Berikan Santunan Dari Menteri Agama Bagi Keluarga Korban Grape, Kepala MAN Takeran Dampingi Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim



Berikan Santunan Dari Menteri Agama Bagi Keluarga Korban Grape, Kepala MAN Takeran Dampingi Kabid Pendma Kanwil  Kemenag Jatim

Kab. Magetan (MAN Takeran) - Saat UNBK masih berlangsung, sekitar pukul 14.00, MAN Takeran kedatangan tamu dari Kanwil, Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jawa Timur  H. Supandi beserta rombongan. Ikut serta didalamnya Pendma Kankemenag Kabupaten Magetan, Sutrisno dan PLT Kankemenag Kab. Magetan Muttakin.

Kedatangan mereka adalah berkunjung dan menemui langsung pihak Pengasuh Pondok Bani Ali Mursyad PSM di Dsn Banaran Kerik Takeran Magetan, untuk ikut berbela-sungkawa atas meninggalnya 6 santriwan yang hanyut di sungai Grape saat kegiatan out Bond dilaksanakan di lokasi tersebut. Selain itu Kabid Pendma ingin menyampaikan santunan dari Menteri Agama RI,  Lukman Hakim Saifuddin.

Beberapa saat setelah tiba di MAN Takeran ,  rombongan langsung diantar menuju ke Pondok Tahfidz tersebut  oleh Kepala MAN Takeran Basuki Rachmat, KTU  Soleh Amaludin, dan dua orang guru. Tujuh menit perjalanan rombongan telah sampai di Pondok Tahfidz PSM Bani Ali Mursyad dan disambut oleh pihak pondok dengan hangat.

Dalam kunjungan beserta rombongan tersebut, Kabid Pendma Kanwil saat memberikan sambutan menyampaikan beberapa hal atas nama pribadi dan selaku wakil dari Ka Kanwil Jatim dan Menteri Agama ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa enam santri Pondok ini dan menguatkan pihak pondok dengan motivasi bahwa saat Allah ambil 6 yang ada, maka  Allah akan gantikan dengan 1000 siswa /santri lainnya.  Keenam santri yang meninggal dalam kegiatan tersebut, jelas Supandi diyakini sebagai syahid yang gugur fi sabilillah.

“Karena mereka sedang dalam rangka menuntut ilmu, lebih lebih mereka adalah para santri yang sedang dalam proses menghafal kalam suci "Al-Quran,” jelasnya.

Kabid Pendma lantas memberikan santunan kepada pihak Pondok Bani Ali Mursyad.

Pihak Pondok yang diwakili oleh Kepala Kantor Urusan Agama Takeran, Wagimun AW dalam sambutannya  menyatakan bahwa Out Bond ini memang sengaja diadakan oleh pihak pondok di Grape.  Ini semua dimaksudkan untuk mengurai ketegangan pada diri anak anak santri yang akan menghadapi ujian tahfidz pada Selasa (11/4). Out Bond berjalan dengan baik sampai selesai dan berkemas mau pulang. Saat masih istirahat menjelang pulang ada beberapa santri yang nekat mandi di sungai meski sudah dilarang oleh pihak pengasuh.  Beberapa saat setelah mereka terjun ke sungai, ketika cuaca cerah tak pernah dinyana air bah pun datang. Kemungkinan besar air bah berasal dari hulu yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi (yang berakibat longsor diberbgai tempat di hulu).

Selepas acara, rombongan berpamitan dan dilanjutkan  berkunjung ke rumah santri para korban yang sudah ketemu di wilayah Takeran  yakni di Mangu, dan Waduk. Isak tangis keluarga korban pecah seketika. Kabid Pendma menyerahkan langsung santunan dari Menteri Agama sejumlah uang kepada pihak keluarga dan mendoakan agar senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dari Allah. Sampai saat Kabid Pendma Kanwil Jatim dan rombongan berkunjung ke keluarga korban,  masih ada tiga korban lain yang belum dapat diketemukan.  (Pen. Azzams)

Editor: isn/hans/mn