Pisah Sambut Kepala MAN Takeran Magetan



Pisah Sambut Kepala MAN Takeran Magetan

Kab. Magetan (MAN Temboro) - MAN Takeran Magetan secara resmi telah menerima Pimpinan baru yang dilantik pada Senin (28/11) yang lalu, yakni Basuki Rahmat yang sebelumnya sebagai Kepala MAN 2 Madiun menggantikan Ary Siswanto yang dialih tugaskan di MAN 2 Kota Madiun. Berkaitan rotasi ini Rabu (30/11) di MAN Takeran dilaksanakan Pisah sambut antara Kepala yang lama dengan Kepala yang baru. Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Magetan, Kasubag TU, Kasi Pendma, Ketua Komite, Pengawas dan Kepala Madrasah di Wilayah Kec. Takeran dan sekiar 100 orang Guru baik dari MAN Takeran dan MAN 2 kota Madiun.

Dalam kesempatan tersebut Ary Siswanto sebagai Kepala Madrasah yang lama menyampaikan rasa terimakasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Magetan yang telah memberikan amanahnya untuk memimpin jalannya roda Pendidikan di MAN Takeran. Selanjutnya meski perpindahan ini dirasa sangat tiba-tiba, Ary Siswanto siap menerima dengan lapang dada, dan dimanapun ditempatkan tidak boleh meninggalkan misi perjuangan dalam rangka mengembangkan dunia pendidikan khususnya di Madrasah. Ary Siswanto yakin setiap tugas yang dilakukan jika didasari dengan ibadah insya Allah semua akan menjadi mudah dan ringan.

Selanjutnya Basuki Rahmat sebagai Kepala MAN Takeran yang baru, menghaturkan Assalamu ‘alaikum dan permisi untuk masuk di Wilayah Magetan / MAN Takeran. Mohon kedatangannya di Magetan dapat diterima apa adanya dan dengan segala kekurangannya. Dan dengan adanya pertukaran tempat tugas ini Basuki Rahmat berharap kedepan antara MAN 2 Madiun dan MAN Takeran bisa menjadi partner yang baik, saling mengisi kekurangan yang ada sehingga kekurangan itu akan tertutup dengan kemajuan prestasi yang lebih baik dan keduanya  juga bisa saling memperkuat demi maju dan berkembangnya MAN 2 Madiun dan MAN Takeran Magetan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Magetan Moch Amin Mahfud dalam sambutannya mengatakan : Meski dari masing – masing Madrasah merasa berat untuk ditinggal Pimpinannya yang  alih tugas, namun harus disadari bahwa sebagai ASN, yang namanya rotasi itu merupakan hal yang biasa, dan hal itu bisa terjadi pada siapapun termasuk kita semua. Dan pejabat yang dimutasi diharap masing-masing untuk bisa dengan segera menyesuaikan diri ditempatnya yang baru dengan melaksanakan tugas pokoknya di Madrasah dalam rangka membawa Madrasah untuk lebih baik, lebih maju dan berkembang dari tahun tahun sebelumnya.(Kurdi)

Editor : hans/isn/mn