Nikah Gratis, Upaya Kurangi Perzinahan



Nikah Gratis, Upaya Kurangi Perzinahan

Kota Blitar, Jatim (Humas). Beberapa waktu yang lalu, Kepala Kemenag Kota Blitar melalui Drs. H. Solekan, M. Ag. -Kasi Bimbingan Masayarakat Islam, menyampaikan akan segera diluncurkannya Program Nikah dan Rujuk Gratis bagi warga Kota Blitar serta pemberian bantuan sepeda motor untuk Kepala KUA se-Kota Blitar oleh Walikota Blitar.

Dan kemarin, Rabu (01/01) bertempat di rumah dinas Walikota Blitar, telah dilakukan launching Program Nikah dan Rujuk Gratis bagi warga Kota Blitar sekaligus juga telah diserahkan tiga (3) unit sepeda motor atau kendaraan operasional untuk tiga (3) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kota Blitar.

Namun dibalik event spektakuler kemarin pagi itu, banyak hal yang secara personal diungkap oleh Drs. H. Solekan, M. Ag. tentang pemikiran cemerlang Walikota Blitar H. Samanhudi Anwar, SH.

Yang mana dengan adanya Program Nikah dan Rujuk Gratis bagi warga Kota Blitar ini, bisa menghilangkan perzinaan dan perselingkuhan. Utamanya pada kaum muda di Kota Blitar, yang memang sudah siap menikah, difasilitasi penuh dengan nikah gratis. “Mulai dari biaya pencatatan, biaya modin, sampai kembar mayang diakomodir dari APBD”. Jangan lihat nominalnya, namun bagaimana program ini berjalan bagi seluruh warga Kota Blitar yang menikah di Kota Blitar.

Selanjutnya, tutur Kasi Bimbingan Masayarakat Islam, Pemerintah Kota Blitar juga akan segera menerbitkan Perda tentang Ijab Siri. Walikota Blitar mengungkapkan, Perda tersebut nantinya mengatur agar tidak ada lagi pernikahan siri yang berlangsung di Kota Blitar. Semua warga Kota Blitar, diwajibkan menikah resmi bukan di bawah tangan. “Ya ini upaya menghilangkan perselingkuhan.”, kata H. Solekan menirukan ucapan Walikota Blitar.

Kemudian H. Solekan juga terkesan dengan apresiasi dari warga Kota Blitar yang termasuk dalam Program Nikah dan Rujuk Gratis ini. Ia mendengar langsung dari salah satu warga yang mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali. Semoga terus ada program-program untuk wong cilik yang menyentuh langsung.”. (moza)