berita Terkini
  • Kamis, 26 Maret 2015, 13:40 PENYULUH AGAMA HARUS KEMBANGKAN SIKAP BIJAKSANA Kab. Lamongan (Bimas) — Penyuluh agama Islam dalam pengembangan masyarakat Islam memang diperlukan adanya sikap keterbukaan, kerjasama dan memiliki kompetensi yang relatif memadai dan bijaksana dalam melihat kondisi lingkungan sekitar. “Ada kalanya pendakwah menggunakan ayat yang sama tapi karena memiliki pemahaman yang berbeda hingga muncullah khilafiah dan pertentangan antar sesama. Karena itu kalau hal itu tidak kita sikapi bijaksana, maka yang tepuk tangan mereka yang tidak suka ...
  • Kamis, 26 Maret 2015, 11:25 Drs. H. Moh. Bakri: Berharap Madin Ikut Berkiprah Mengembangkan Pendidikan Karakter Kab. Situbondo (Pekapontren) - Bertempat diruang pertemuan Hotel Asri Panarukan Situbondo, Rabu (25/3) Kementerian Agama mengadakan acara Orientasi Pendidikan Diniyah dalam membentuk Karakter anak didik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka merealisasikan anggaran kegiatan seksi Pekapontren Kantor Kemenag Kab. Situbondo tahun 2015. Hadir untuk membuka acara tersebut Bpk Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Situbondo Drs. H. Moh. Bakri, M.Pd.I didampingi Kasi Pekapontren H. Herman Budiarto, M....
Link Banner
Renungan
  • Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (asy-Syuura: 12)
  • Harta yang kau peroleh sebagai hasil jerih payahmu sendiri- itulah yang terbaik; Harta yang kau peroleh sebagai warisan dari ayahmu, masih tergolong baik; Yang tidak baik adalah pemberian ibumu; lebih lebih lagi pemberian istrimu; Namun di atas segalanya adalah rampasan penjarahan sangat tidak baik.(Niti Sastra 2.2)
  • Marilah KepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
  • Seseorang yang mula-mula hidup tidak waspada, tetapi kemudian hidup dalam kewaspadaan, maka ia akan menerangi seluruh dunia seperti bulan yang tidak lagi tertutup oleh awan. (Loka Vagga: 13:6)
  • Kesombongan tidak boleh diperpanjang; keinginan tidak boleh diperturut. Cita tidak boleh menjadi jenuh/penuh; kesenangan tidak boleh sampai puncak. (LI JI IA. I.2)
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 1.520283 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.72
    Jumlah pengunjung: 3051410
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.