Rabu, 7 Juli 2010, 11:00 –
PESANTREN EXPO DI BUKA DIRJEN PENDIS

Surabaya, 7/7 (Humas) Sejak pukul 09.00 WIB sudah banyak para undangan yang datang dalam rangka pembukaan pesantren expo di Gramedia Expo Surabaya, acara yang termasuk serangkaian dengan POSPENAS V 2010 JATIM ini diikuti oleh sebanyak 90 stand terdiri dari instansi pemerintah, pesantren dan juga lembaga pendidikan baik di lingkungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Acara ini semestinya akan dibuka oleh Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali, akan tetapi karena bersamaan dengan ada rapat koordinasi dengan Wakil Presiden di Jakarta, maka akhirnya acara ini dibuka oleh Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Prof. Dr. Mohammad Ali, MA, yang baru datang sekitar pukul 11.15 di lokasi pembukaan dengan didampingi Direktur PD Pontren, Kakanwil Kemenag Prov. Jatim, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Ketua KPI (Konsorsium Pesantren Indonesia).

Dalam sambutannya Bapak Dirjen Pendis mengatakan : “ekonomi masyarakat pesantren sangat potensial untuk terus dikembangkan. Berbagai sektor industri bisa digarap di sana, mulai dari industri kreatif hingga jasa keuangan. Ekonomi pesantren sangat potensial, kendati di satu sisi ada beberapa kendala, seperti akses informasi,”

Karena itu, lanjut dia, melalui Pesantren Expo diharapkan produk dan inovasi dari karya para santri dapat diketahui secara luas oleh publik. Selama ini para santri sudah mampu berkarya dengan baik, tapi informasinya belum sampai ke masyarakat secara luas.

Ali menegaskan, akibat adanya keterbatasan informasi itu banyak produk pesantren yang tak mampu diserap pasar. Padahal produk yang dihasilkan selama belajar wirausaha di pesatren dinilai cukup potensial dalam bersaing di pasaran. Dalam hal riset pemasaran inilah kerap kali produk dari pesantren terganjal.

“Kendala di pemasaran ini yang perlu dipecahkan solusinya lewat berbagai pameran. Dalam hal ini Kementrian Agama dan kementerian terkait harus aktif membantu dalam masalah pemasaran,” ucapnya.

Peran Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI) yang bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian dalam memprakarsai penyelengaraan pameran ini, dianggap sebagai jalan dan solusi yang baik.

“Semoga kegiatan Pesantren Expo seperti ini terus ditindaklanjuti di berbagai kota Indonesia, sehingga kemandirian santri dalam membangun ekonomi melalui UKM dan industri kecil dapat berkembang dengan baik,“katanya

Di akhir sambutannya, Beliau berharap pesantren kedepan tidak hanya sebagai tempat mencetak para intelektual, tapi juga diharapkan sebagai tempat penerapan perekonomian yang berbasis kerakyatan. (shi)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.082746 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 2758515
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.