Kamis, 22 Maret 2012 –
PEMBINAAN DAN PENGARAHAN TENTANG PERKEMBANGAN KURIKULUM DAN STANDARISASI MADIN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA KAB. LUMAJANG

Lumajang Jatim (Pekapontren) Sebagai upaya peningkatan mutu lembaga Madrasah Diniyah pada hari Kamis tgl. 15/3 2012 telah dilaksanakan pembinaan dan pengarahan tentang perkembangan kurikulum dan standarisasi madrasah diniyah di lingkungan Kemenag Lumajang yang bertempat di aula dengan jumlah peserta 450 Orang.Kasi Pkpontren ( Drs. H. M. Khoiri, M.PdI. ) menjelaskan bahwa pada awalnya pendidikan diniyah dapat dikatakan nonformal yang dilaksanakan dilanggar, dimasjid dan ditempat lain yang sejenis, ketika jumlah santri mengalami perkembangan, pendidkan diniyah mulai diarahkan pada sistim pendidkan madrasah. Dalam konteks pendidikan nasional Indonesia, sistem madrasah ini belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah, upayah memecahkan persoalan ini sejak tgl 24 Maret th 1975 dengan lahinya SK 3 Menteri maka terjadi perubahan madrasah diniyah menjadi madrasah ibtidaiyah, Tsanawiyah dan aliyah, patut bersyukur dengan perjuangan para ulama madrasah diperhatikan oleh pemerintah.Adapun standarisasi pendidikan diniyah agar memiiki eksistensi yang mampu merespon perkembangan global maka perlu adanya langka langka strategis yang diambil oleh para pengelola pendidikan diniyah yang menggabungkan antara yang tradisionalitas dengan modernitas, adapun standarisasi yang dimaksud meliputi 2 hal al : standar kelembagaan Madin ( Madin ula ) sederajat MI/SD, 6 th, Madin wusto sederajat MTs/SMP 3 th, Madin Ulya sederajat MA/SMA 3 th dan standar pendidikan untuk guru/ ustad meliputi kualifikasi akademik pendidikan umum diploma empat ( S1). Seangkan tentang pengenbangan kurikulum madrasah tergantung kepada pengelolah madin, madrasah yang melaksanakan kurikulum dengan baik dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas/ madrasah faforit. Dengan demikian kita harus berupaya untuk bisa mengembangkan kurikulum madin sehingga madin benar benar memenuhi harapan pemerintah .pemerintah sudah memberikan kepercayaan kepada lembaga kita , dengan demikian kata harus lebih eksis dan mempertanggung jawabkan dana yang diperoleh dengan sebaik baiknya diantaranya : buku induk, membuat SPJ dan laporannya dsb.

Sedangkan kepala Kemenag Lumajang ( Drs. Moh. Jum Afandi, MpdI) menyampaikan, sebagai guru madin harus bisa melaksanakan kurikulum dengan sebaik baiknya, dengan adanya perkembangan yang sedemikian rupa, sikap anak kalau tidak diajari dengan perbuatan yang baik, maka akan menjadi kebiasaan yang tidak baik, sekarang sudah ada pendidikan berkarakter, pendidikan utama adalah akhlaq, supaya anak didik kita kedepan berakhlaqul karimah, Madin juga dapat bantuan BOSDA dll, dana itu supaya digunakan dengan sebaik-baiknya, itu adalah amanah dari pemerintah buatlah SPJ dan laporannya yang betul karena akan diperiksa oleh BPK dan Irjen (ziza)
FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.082422 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 2031622
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.