Senin, 15 Oktober 2018, 16:45

thumbnail

Wawan : Pendidikan Solusi Cerdas Pecahkan Problematika Pernikahan Dini dan Rendahnya Kesehatan Reproduksi

Jum'at, 10 Agustus 2018, 14:58

Kab. Probolinggo (Inmas) Bertempat di Desa Sumberkare kecamatan Wonomerto, Rabu, 8 Agustus 2018, Kepala KUA Wonomerto H. Wawan AS menghadiri Rapat koordinasi lintas sektoral dalam giat “Sosialisasi Promosi dan Konseling Kesehatan Reprouksi Bagi Poktan” yang dilaksanakan oleh Dinas kesehatan. (8/8/2018).

Kegiatan sosialisasi kali ini juga dihadiri Kepala Bidang Keluarga berencana, Puskesmas dan  Dinas PPKB kecamatan Wonomerto untuk mensosialisasikan pentingnya pengenalan Reproduksi bagi masyarakat Desa. Sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan anggota Poktan di Desa Sumberkare dalam memberikan KIE tentang promosi dan konseling kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga dan pilihan kontrasepsi bagi ibu bersalin. Sebagaimana penjelasan Tim kesehatan.

Lebih lanjut dalam penjelasannya, ia juga berharap agar anggota Poktan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pengelola dan petugas KB di lapangan dalam menyampaikan informasinya kepada masyarakat secara komprehensif. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik diharapkan pula dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat kearah perilaku kesehatan yang lebih positif.

Pada kesempatan yang sama Wawan menginformasikan masih rendahnya kualitas perkawinan di kecamatan Wonomerto hal ini berdasarkan data autentik yang dimiliki KUA. Yang indikasinya; Masih tingginya perkawinan usia dini bagi pengantin perempuan(16-19 th) tercatat sebanyak 53% dari total perkawinan 2017 sebanyak 359 catin.

Juga masih rendahnya pendidikan calon pengantin laki-laki dan perempuan yang hanya berijazah SD bahkan ada yang tidak memiliki ijazah berjumlah 211 calon ayah dari 359 catin yang persentasenya mencapai 59%. Serta rendahnya perekonomian calon suami karena belum memiliki pekerjaan tetap sebanyak 238 dari 359 orang yang kalau dipersentase mencapai 76%. Ini berdasarkan data 2017, jelasnya.

“Ia juga menegaskan, problematika perkawinan dini, rendahnya kesehatan reproduksi, pendewasaan usia nikah satu satu solusinya adalah pendidikan. “Mari kita bangun masyarakat Wonomerto yang Visioner kepada Pendidikan” dan dengan “Koordinasi lintas sektoral yang harmonis akan menghasilkan kerjasama yang manis” dimaksudkan dengan saling satu aksi yang sama akan menyelesaikan segala permasalahan tersebut di atas, tutupnya. (Aan/Wan).

Editor : Sol

Bagikan ke Teman Anda :

Dibaca Oleh 100 Pengunjung