Senin, 15 Oktober 2018, 16:45

thumbnail

Kepala MTsN 3 Pasuruan : Lulusan Madrasah Harus Serba Bisa

Jum'at, 10 Agustus 2018, 14:01

Kab. Pasuruan (MTsN 3) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pasuruan melaksanakan kegiatan istiqomah di pagi hari untuk mengawali hari yang penuh berkah, yaitu Jumat Berkah dengan menggelar sholat sunnah Dhuha, Istighotsah dan Kuliah Lima Menit (Kulma) yang disampaikan oleh Siswa, Jumat (10/8/18).

Kali ini, yang bertugas memaparkan materi adalah Ana Rahayu siswi Kelas 9B di Jum’at pagi ini. Ia mengusung tema dalam Kulma nya adalah tentang Birrul Walidain atau berbuat baik kepada kedua orang tua.

Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orangtua. “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.” (QS. An-Nisa:36)

Dan mendoakannya tidak berhubungan dengan apa yang sudah mereka lakukan pada kita. Kewajiban anak (shalih) salah satunya adalah mendoakan kedua orangtuanya.

Dan begitu pula ketika keduanya masih musyrik, Allah memerintahkan kita untuk tetap mempergaulinya dengan baik di dunia.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman:15).

Rasulullah pernah berpesan, “Seorang muslim yang mempunyai kedua orang tua yang muslim, kemudian ia senantiasa berlaku baik kepadanya, maka Allah berkenan membukakan dua pintu surga baginya. Kalau ia memiliki satu orang tua saja, maka ia akan mendapatkan satu pintu surga terbuka. Dan kalau ia membuat kemurkaan kedua orang tua maka Allah tidak ridha kepada-Nya.” Maka ada seorang bertanya, “Walaupun keduanya berlaku zhalim kepadanya?” Jawab Rasulullah, “Ya, sekalipun keduanya menzhaliminya.” (HR. Al-Bukhari).

Jadi, ketika kita menemui seorang anak atau seseorang yang tidak mau mendoakan kedua orangtuanya karena sesuatu alasan, sebagai seorang muslim tugas kita adalah menasehatinya dalam kebenaran, meluruskannya dalam kebenaran.

Tofan Yulianto, waka humas mengatakan kegiatan ini sebagai media pembiasaan dan pembelajaran siswa sejak dini untuk berani dan mampu tampil walaupun bisa dibilang dengan mampu menampilkan sedikit materi Kulma. Yang menjadi titik berat dari kegiatan ini adalah proses pembiasaan dan pelatihan dihadapan public kelak tatkala bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Intinya kita melatih anak berani tampil dan percaya diri saat dihadapkan dengan massa atau orang banyak (masyarakat). Momentum ini juga sebagai tempat menempah diri anak sejak dini untuk menjadi siswa madrasah dan nantinya lulusan madrasah yang bermartabat,” jelas waka humas penuh semangat.

Kepala madrasah, Luqman Hakim berharap dari kegiatan ini nantinya berorientasi siswa nantinya sudah terbiasa apabila dihadapkan langsung dengan masyarakat. “Lulusan madrasah harus serba bisa, nah jalan menuju serba bisa adalah dengan jalan berlatih dan terbiasa. Ini sebagai bukti riil nantinya ditengah-tengah masyarakat bahwa Madrasah benar-benar hebat dan bermartabat,” ujarnya. (fan/emen)

Editor : Isn

Bagikan ke Teman Anda :

Dibaca Oleh 246 Pengunjung