Senin, 15 Oktober 2018, 16:44

thumbnail

Kemenag Dan BDK Surabaya adakan Diklat Penyusunan RPP Untuk Guru MTS

Jum'at, 10 Agustus 2018, 09:00

Kab. Nganjuk (PendMa) - Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bersama Seksi Pendidikan Madrasah (PendMa)  Kantor kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, dan dibuka secara resmi oleh KasubBag TU Kemenag Kabupaten Nganjuk H. Mukhsin. Ia menutup sambutannya dengan menyemangati  guru MTs.

Dalam Sambutan Pembukaan beliau memberikan penjabaran bahwa, menjadi seorang guru harus menjiwai sebagai seorang guru. Supandi memberikan metode untuk bisa menjadi seorang guru itu bisa menjiwai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, guru harus empati, maksudnya guru harus tahu apa yang dirasakan anak didiknya, bila guru tidak bisa itu cerminan dari ketidak bisaan guru, maka guru berkewajiban menstranfer selain ilmu juga merespon perasan dan jiwa anak didiknya.

Kedua, guru itu tahu apa yang anak didik mau, misalkan siang anak sudah gelisa dan ngantuk maka guru harus bisa memberikan kegiatan dengan suasana segar dan riang gembira.

Ketiga, guru harus menggunakan bahasa yang konstruktif, contohnya, guru harus bisa memberikan ungkapan-ungkapan yang menggunakan bahasa yang baik dan membangun anak untuk tumbuh positif, bukan bahasa olokan atau bahasa negative. Contoh salah “ Tolong sapu dan buang sampah-sampah di kelasmu”, diganti dengan contoh yang benar, “Anak-anak andaikan kelas ini bersih, alangkah indahnya”

Supandi melanjutkan, bahwa guru itu mulia, tapi ironisnya tidak banyak yang mau untuk mulia. Masih mementingkan  TPG  atau uang  dari pada kewajiban-kewajiban mulia yang harus dikerjakan. 

"Kalau ingin berkah, guru harus baik, harus persiapan RPP. Jangan bilang, saya kan guru sakti tanpa RPP bisa, itu bukan sakti tapi sakit," ujarnya sebelum menutup sambutannya.

Sementara ketua panitia Anton Sasono dari BDK menjelaskan bahwa kegitan ini diikuti 35 peserta guru MTs di lingkungan Kankemenag Nganjuk. Materi diklat kali ini adalah materi inti, dasar dan penunjang. Metode yang digunakan antar lain : adergogik, ceramah, Tanya jawab, diskusi dan penugasan. Evaluasi peserta antara lain : Pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku.

Sangat beruntung bisa diadakannya diklat ini di Kankemenag Kab. Nganjuk, sehingga menjadi media menimbah ilmu guru-guru MTs di Nganjuk.Semoga segala ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh semua peserta di lembaga Madrasahnya masing-masing. Amin. (humas)

 

Bagikan ke Teman Anda :

Dibaca Oleh 52 Pengunjung