Sabtu, 20 Oktober 2018, 18:42

thumbnail

Ka.Kankemenag Ajak Aparaturnya Merubah Mindset Menuju Perbaikan Kinerja

Jum'at, 08 Juni 2018, 01:25

Kab. Probolinggo (Inmas) - Penutupan Semarak Ramadhan dilaksanakan bersamaan dengan Istighosah, doa bersama bertempat di Masjid Ar-Rohiem dengan dihadiri Kepala Kankemenag H. Santoso, Kasubag TU Fausi, serta para Kasi-Penyelenggara ditambah pejabat struktural-fungsional di lingkungan Kemenag. (Kamis, 7/6/2018).

Kakankemenag H. Santoso memberikan semangat juang untuk terus meningkatkan mutu pengabdian dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang merupakan amanah, karena ikhlas itu ridho berbuat serta menerima apa yang telah digariskan. Jangan terbiasa melupakan amanah sehingga akan mendatangkan laknah. Saatnya, kita mengambil hikmah dari momentum Ramadhan untuk merubah pola fikir (mindset) peningkatan kinerja sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dan untuk mewujudkannya diperlukan adanya perubahan mendasar keikhlasan berbuat yang maslahah dengan mengindahkan perintah yang bermuara pada ketulusan jiwa mewujudkan tata kelola yang paripurna serta didukung dengan rasa empati kepada atasan dan rekan kerja.

Selain itu, Pimpinan mengajak aparaturnya untuk selalu mengedepankan syukur atas profesi yang telah menjadi pilihan. Hiduplah dengan terus menanam kebajikan agar maslahah dan manfaah. Maka ketika kita memaknai makna puasa sebenarnya amat banyak pelajaran yang bisa kita jadikan pijakan dalam hidup seperti melatih kesabaran dan kejujuran diri yang nisabahnya kepada Sang Kholiq, tandasnya.

Sementara Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh H. A. Wafi yang didaulat untuk menyampaikan penceramah pada acara Buka bersama tersebut menjelaskan; “Ramadhan momentum meraih kemenangan”. Untuk menuju kemenangan tentunya tidak harus duduk santai apalagi berdiam diri, kalau boleh pinjam istilahnya Bapak Jokowi “Kerja, Kerja dan Kerja”.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak berdoa kepada Allah SWT dimana sepuluh hari pertama sebagai rahmat kasih sayang, sepuluh hari kedua maghfiroh dan sepuluh hari ketiga adalah penyelamat dari api neraka. Saat ini kita telah memasuki sepuluh hari yang terakhir, Ulama terdahulu dan kaum sufi di zamannya (Ulama Khos), jika sudah akan berpisah dengan Ramadhan mereka menangis karena susah untuk ditinggal bulan mulia ini, lalu bagaimana dengan kita…? Padahal Rasulullah SAW menyatakan “Siapa yang merasa senang dan gembira dengan datangnya bulan Ramadhan maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka”. Juga Sabdanya yang lain; “Seandainya umatku mengetahui hikmah besar apa yang ada di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan seluruh tahunnya menjadi Ramadhan.

Di akhir kultumnya, Wafi mengingatkan agar para ASN menghindari tiga sifat-sifat orang munafiq sebagaimana Sabda Rasulullah SAW; Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat." Sampai jumpa di Ramadhan depan, In Sya Allah. (Aan).

Editor : hans/isn

Bagikan ke Teman Anda :

Dibaca Oleh 62 Pengunjung